Berita Utama | 15 February 2016 , 06:16 WIB

INFO SAWIT, PONTIANAK – Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bidang Energi, Arief Yuwono mengatakan, restorasi lahan gambut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meminimalisir kebakaran hutan dan lahan. Saat ini Pemerintah RI sudah memiliki badan khusus yang menangani restorasi lahan gambut tersebut. “Fungsi lahan gambut akan dikembalikan semula agar bisa berfungsi dengan baik terutama dalam penyerapan karbon,” ujar Arief seperti dikutip Pontianakpost.

Lahan gambut yang berfungsi optimal dalam penyerapan karbon dalam menstabilkan iklim udara. Indonesia banyak memiliki lahan gambut dan ini menjadi salah satu aset yang harus dipertahankan agar tidak rusak oleh aktivitas perkebunan, pertambangan atau aktivitas lainnya.

Luas lahan rawa gambut di Indonesia diperkirakan mencapai 20,6 juta hektar atau sekitar 10,8 persen dari luas daratan Indonesia. Dengan potensi lahan gambut tersebut Indonesia pun menjadi salah satu negara yang menjadi paru-paru bagi dunia.

Arief mengatakan Indonesia bergabung dengan beberapa negara lainnya dalam pencegahan pembakaran hutan dan lahan. Indonesia terlibat dalam COP21 atau Konferensi Perubahan Iklim Dunia ke-21. COP21 menyepakati batas kenaikan suhu rata-rata global dibawah 20 derajat celcius praindustri dan berupaya menekan hingga suhu 1,5 derajat celcius sebagai upaya signifikan mengurangi resiko dampak perubahan iklim. (T2)

http://www.infosawit.com/news/4126/luas-lahan-gambut-diperkirakan-20-6-juta-ha

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Berita Utama | 15 February 2016 , 06:16 WIB

    INFO SAWIT, PONTIANAK – Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bidang Energi, Arief Yuwono mengatakan, restorasi lahan gambut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meminimalisir kebakaran hutan dan lahan. Saat ini Pemerintah RI sudah memiliki badan khusus yang menangani restorasi lahan gambut tersebut. “Fungsi lahan gambut akan dikembalikan semula agar bisa berfungsi dengan baik terutama dalam penyerapan karbon,” ujar Arief seperti dikutip Pontianakpost.

    Lahan gambut yang berfungsi optimal dalam penyerapan karbon dalam menstabilkan iklim udara. Indonesia banyak memiliki lahan gambut dan ini menjadi salah satu aset yang harus dipertahankan agar tidak rusak oleh aktivitas perkebunan, pertambangan atau aktivitas lainnya.

    Luas lahan rawa gambut di Indonesia diperkirakan mencapai 20,6 juta hektar atau sekitar 10,8 persen dari luas daratan Indonesia. Dengan potensi lahan gambut tersebut Indonesia pun menjadi salah satu negara yang menjadi paru-paru bagi dunia.

    Arief mengatakan Indonesia bergabung dengan beberapa negara lainnya dalam pencegahan pembakaran hutan dan lahan. Indonesia terlibat dalam COP21 atau Konferensi Perubahan Iklim Dunia ke-21. COP21 menyepakati batas kenaikan suhu rata-rata global dibawah 20 derajat celcius praindustri dan berupaya menekan hingga suhu 1,5 derajat celcius sebagai upaya signifikan mengurangi resiko dampak perubahan iklim. (T2)

    http://www.infosawit.com/news/4126/luas-lahan-gambut-diperkirakan-20-6-juta-ha

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on