Jumat 19 Feb 2016, 15:33 WIB

Bagus Prihantoro Nugroho – detikNews

Jakarta – Badan Restorasi Gambut (BRG) diberi target untuk menormalisasi 2 juta ha lahan gambut dalam 5 tahun. Badan tersebut tak hanya mendapat dana dari APBN, tetapi juga dari asing.

“Dana yang kita kelola tak hanya APBN, tapi bantuan asing. Kita bisa jalankan tugas dengan efisien dan akuntabel,” ungkap Nazir dalam pidato pelantikan ajarannya di Gedung III Sekretariat Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (19/2/2016).

Setelah prosesi pelantikan selesai, Nazir kemudian menyebutkan sejumlah negara yang peduli akan kelestarian lahan gambut di Indonesia. LSM internasional juga turut memberi dukungan.

“Jadi memang sudah ada program yang jalan dari AS, Norwegia, UK (Inggris) CCU (Climate Change Unit), Uni Eropa. Yang sudah ada kita coba alihkan sebesar-besarnya terhadap program BRG,” imbuh Nazir.

Nazir kemudian mengusulkan kepada Kementerian Keuangan untuk membentuk BLU (Badan Layanan Umum) bagi BRG. Sehingga dana dapat dikelola lebih baik.

“Yang sudah ada 50 juta dari Norwegia, USA masih kita hitung sekitar 20-30 juta (dollar). Uni Eropa 6 juta euro, dari program regional. Dari UK CCU bekerja sama dengan Bappenas ada sekitar 3 juta poundsterling. Dana filantropis pemerintah AS 5 juta kali 3 tahun,” papar Nazir.

(bpn/rvk)

https://news.detik.com/berita/3146376/nazir-foead-badan-restorasi-gambut-tak-hanya-dapat-apbd-tapi-juga-dana-asing

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Jumat 19 Feb 2016, 15:33 WIB

    Bagus Prihantoro Nugroho – detikNews

    Jakarta – Badan Restorasi Gambut (BRG) diberi target untuk menormalisasi 2 juta ha lahan gambut dalam 5 tahun. Badan tersebut tak hanya mendapat dana dari APBN, tetapi juga dari asing.

    “Dana yang kita kelola tak hanya APBN, tapi bantuan asing. Kita bisa jalankan tugas dengan efisien dan akuntabel,” ungkap Nazir dalam pidato pelantikan ajarannya di Gedung III Sekretariat Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (19/2/2016).

    Setelah prosesi pelantikan selesai, Nazir kemudian menyebutkan sejumlah negara yang peduli akan kelestarian lahan gambut di Indonesia. LSM internasional juga turut memberi dukungan.

    “Jadi memang sudah ada program yang jalan dari AS, Norwegia, UK (Inggris) CCU (Climate Change Unit), Uni Eropa. Yang sudah ada kita coba alihkan sebesar-besarnya terhadap program BRG,” imbuh Nazir.

    Nazir kemudian mengusulkan kepada Kementerian Keuangan untuk membentuk BLU (Badan Layanan Umum) bagi BRG. Sehingga dana dapat dikelola lebih baik.

    “Yang sudah ada 50 juta dari Norwegia, USA masih kita hitung sekitar 20-30 juta (dollar). Uni Eropa 6 juta euro, dari program regional. Dari UK CCU bekerja sama dengan Bappenas ada sekitar 3 juta poundsterling. Dana filantropis pemerintah AS 5 juta kali 3 tahun,” papar Nazir.

    (bpn/rvk)

    https://news.detik.com/berita/3146376/nazir-foead-badan-restorasi-gambut-tak-hanya-dapat-apbd-tapi-juga-dana-asing

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on