Kadistan Merauke Klaim Proyek Mifee Menyimpang

Home/Berita, Publikasi, Selamatkan Tanah Papua/Kadistan Merauke Klaim Proyek Mifee Menyimpang

Mar 14, 2016 – 18:39

MERAUKE, CITRAINDONESIA.COM- Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Merauke, Bambang Dwiatmoko secara terang-terangan menuding Program Merauke Integrated Food And Energi Estate (Mifee) menyimpang dari tujuan.

“Sebelumnya sudah ada pengkajian tentang komoditas pangan. Tapi perijinannya itu, tidak ada pangan. Semuanya mengarah energi, yakni kelapa sawit dan sedikit tebu,” ungkap Bambang, Senin (14/3/2016).

Bambang mengungkapkan, hal tersebut dalam pertemuan bersama Komnas HAM RI di DPRD Merauke. Ia menilai, proyek Mifee menyimpang dari grand strategy (pokok acuan) program.

“Menyimpang dari Tujuan semula, yang seharusnya profilnya di pangan. Kami sudah berupaya untuk kampanye agar investasi bidang pangan itu bisa berimbang,” tuturnya.

Ia menjelaskan, program itu seharusnya juga fokus pada pangan. Tetapi realisasinya sebagian besar pada perkebunan sawit. Pada tahap pertama 2010-2014, pemerintah mengijinkan program ini beroperasi di atas lahan seluas 228 ribu hektar.

“Walaupun kami kampanye agar ada investasi di bidang pangan, terutama padi, jagung dan kedele, tapi nyatanya tidak,” ujarnya. Seraya menyentil, pogram Mifee sudah almarhum alias tak berjalan.

Kendati begitu, lanjutnya, program itu kemudian diganti oleh Presiden Joko Widodo ketika mengunjungi Merauke pada Mei 2015 lalu. Presiden mengalihkan program Mifee menjadi program Kawasan Sentra Produksi Pangan.

“Presiden mencanangkan Merauke sebagai lumbung pangan nasional. Sekaligus daerah pengembangan pertanian pangan itu. Ijin sawit yang sudah jalan, ya tetap jalan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Efendi Kanan mengatakan, dalam program Mifee, pengembangan tanaman pangan tak berjalan karena minat investor yang sangat kurang. Hal itu terkait akses keuangan, modal dan sebagainya.

“Investasi di pangan tak sama dengan bidang perkebunan. Di perkebunan, kalau sudah urus HGU, akses keuangannya mudah. Sebaliknya di pangan, tak ada HGU. Sehingga lebih banyak ke sawit,” ungkapnya. (eman)

Sumber: http://citraindonesia.com/kadistan-merauke-klaim-proyek-mifee-menyimpang/

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA
    Share on