Jakarta, Beritaempat – Dirketur Jenderal Pembangunan Daerah Tertentu (Dirjen PDTu) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Suprayoga Hadi, menjelaskan bahwa pembangunan di Papua dilakukan dengan pendekatan adat, tidak lagi dilakukan dengan pendekatan sektoral.

“Pendekatan pembangunan Papua itu tidak dilakukan lagi secara sektoral tapi lebih ke pendekatan adat, di mana pembagian Papua itu dalam bentuk etnis. Ada 5 wilayah adat di Papua, yaitu Mamta di Jayapura, Saireri di Teluk Cendrawasih, Lapago di daerah Pegunungan Wamena, Mipago di Selatan seperti di Timika, Animha di Merauke,” papar Suprayoga Hadi, saat ditemui di kantor Kemendes PDTT, Jakarta, Senin (28/3).

Dijelaskan dia, bahwa masing-masing wilayah tersebut mempunyai potensi, seperti Saireri mempunyai potensi perikanan dan kelautan, Animha di Merauke mempunyai potensi ke pertanian dan perkebunan, Lapago lebih ke perkebunan seperti buah merah, Mipago di Timika potensinya itu tambang, serta Mamta di Jayapura yang lebih mempunyai potensi sumber air.

Menurutnya, hal tersebut menjadi basis Kemendes PDTT dalam membangun Papua melalui perubahan paradigma pendekatan sektoral ke pendekatan adat.

“Berdasarkan hasil kajian dari Bapenas kemudian Pemerintah Daerah (Pemda) Papua minta kepada Kemendes untuk menindaklanjuti, khusus untuk penanganan Papua yang dilakukan oleh Kementerian Desa, karena dianggap oleh Pemprov Papua itu, Kementerian Desa merupakan kementerian paling lengkap,” ungkap Suprayoga.

Hal tersebut, lanjutnya, karena dalam program yang sudah dilakukan Kemendes PDTT bisa membangun jalan, bisa membangun dermaga, bisa memberikan kapal, bisa bangun Pembangkit Listris Tenaga Surya (PLTS), memberikan bantuan dalam bentuk pertanian, serta dapat membantu secara kultural.

“Dianggap kita paling komplet, oleh karena itu Pemda Papua meminta untuk bisa melakukan konsolidasi program-program mulai dari 2016 ini, yang kira-kira sudah mulai mengarah ke wilayah-wilayah adat tersebut. Berdasarkan permintaan tadi dan mengacu pada hasil kajian dari Bappenas, kita sudah mulai melakukan refocusing untuk di arahkan ke wilayah-wilayah adat,” pungkasnya.

(Hengki Lumbantoruan)

http://www.beritaempat.com/kemendes-pdtt-akan-bangun-papua-dengan-pendekatan-adat/

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Jakarta, Beritaempat – Dirketur Jenderal Pembangunan Daerah Tertentu (Dirjen PDTu) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Suprayoga Hadi, menjelaskan bahwa pembangunan di Papua dilakukan dengan pendekatan adat, tidak lagi dilakukan dengan pendekatan sektoral.

    “Pendekatan pembangunan Papua itu tidak dilakukan lagi secara sektoral tapi lebih ke pendekatan adat, di mana pembagian Papua itu dalam bentuk etnis. Ada 5 wilayah adat di Papua, yaitu Mamta di Jayapura, Saireri di Teluk Cendrawasih, Lapago di daerah Pegunungan Wamena, Mipago di Selatan seperti di Timika, Animha di Merauke,” papar Suprayoga Hadi, saat ditemui di kantor Kemendes PDTT, Jakarta, Senin (28/3).

    Dijelaskan dia, bahwa masing-masing wilayah tersebut mempunyai potensi, seperti Saireri mempunyai potensi perikanan dan kelautan, Animha di Merauke mempunyai potensi ke pertanian dan perkebunan, Lapago lebih ke perkebunan seperti buah merah, Mipago di Timika potensinya itu tambang, serta Mamta di Jayapura yang lebih mempunyai potensi sumber air.

    Menurutnya, hal tersebut menjadi basis Kemendes PDTT dalam membangun Papua melalui perubahan paradigma pendekatan sektoral ke pendekatan adat.

    “Berdasarkan hasil kajian dari Bapenas kemudian Pemerintah Daerah (Pemda) Papua minta kepada Kemendes untuk menindaklanjuti, khusus untuk penanganan Papua yang dilakukan oleh Kementerian Desa, karena dianggap oleh Pemprov Papua itu, Kementerian Desa merupakan kementerian paling lengkap,” ungkap Suprayoga.

    Hal tersebut, lanjutnya, karena dalam program yang sudah dilakukan Kemendes PDTT bisa membangun jalan, bisa membangun dermaga, bisa memberikan kapal, bisa bangun Pembangkit Listris Tenaga Surya (PLTS), memberikan bantuan dalam bentuk pertanian, serta dapat membantu secara kultural.

    “Dianggap kita paling komplet, oleh karena itu Pemda Papua meminta untuk bisa melakukan konsolidasi program-program mulai dari 2016 ini, yang kira-kira sudah mulai mengarah ke wilayah-wilayah adat tersebut. Berdasarkan permintaan tadi dan mengacu pada hasil kajian dari Bappenas, kita sudah mulai melakukan refocusing untuk di arahkan ke wilayah-wilayah adat,” pungkasnya.

    (Hengki Lumbantoruan)

    http://www.beritaempat.com/kemendes-pdtt-akan-bangun-papua-dengan-pendekatan-adat/

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on