Laporan Kronologis

Saya Pdt Hans Wanma. STh, selaku ketua klasis wondama, sejak tanggal 25-28 maret 2016, saya melakukan kegiatan Camping paskah di tingkat klasis Wondama di Jende Roon. Lokasi camping terletak di kampong Nyap Jende Roon berjauhan dengan lokasi tempat tinggal saya, tempat tinggal saya di kampong Miei.

Persoalan yang menyebabkan sehingga saya diancam adalah ketika lima orang dari tim ekspedisi melakukan titik-titik lokasi dengan menanamkan tiang bendera merah putih di tempat camping. Saya sampaikan kepada tim ekspedisi NKRI bahwa; hari ini acara Gereja, bukan acara 17 agustus.

Sebelum saya menyampaikan itu, saya sudah menyampaikan sebelumnya kepada Koramil, Bupati dan pemerintah setempat bahwa kami ada kegiatan gereja di lokasi Jende Roon.

Setalah penyampaian itu, saya diancam oleh komandan kopasus dari tim ekspedisi NKRI. Ancaman yang disampaikan oleh komandan kopasus terhadap saya adalah; kalau kami punya teman lima orang ini tidak datang-datang saja, maka kamu jadi jaminanya.

Mereka datang ke rumah saya, mereka ancam saya di dalam rumah saya, setiap aktivitas saya, saya selalu di pantau, saya benar-benar ketakutan dan keluar dari rumah saya untuk lari ke pulau Wasior pada pukul 20.00 -23.00. Malam itu juga komandan kopasus dan anak buahnya cari saya ke rumah dan mereka ambil gambar lokasi tempat tinggal saya.

Tiga hari saya tidak tenang dan tidak bisa tidur, kegiatan gereja yang saya kerjakan masih tertumpuk, saya butuh dukungan dari semua pihak dalam keadaan saya bahkan kelurga saya. Saya sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan, semogah Tuhan yang berkuasa atas bumi ini memberikan kekuatan kepada semua pihak, terutama orang papua yang rindu kebenaran Allah agar jangan bosan-bosan menyuarahkan kebenaran Allah diatas tanahnya sendiri.

Saya selaku ketua klasis GKI Wondama tidak bermaksud untuk menyakiti tim ekspedisi NKRI dari Jakarta, tetapi saya mangajak kita biar saling menghargai hari perayaan paskah, setelah paskah barulah kalian lakukan kegiatan kalian sesuai dengan visi misi kalian.

Sampai saat ini saya belum merasa nyaman dengan keluarga saya, saya sebagai pelayan jemaat Allah di kota penginjilan pulau Wondama menjadi beban untuk saya. Tuhan selau berperkara kepada orang-orang benar.

Sekadar referensi, pasal 340 KUHP berbunyi, ‘Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain diancam, karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun.

Saya berharap, komnas ham bahkan penegak hukum di NKRI dapat memahami kondisi saya sebagai pelayan umat Tuhan.

Wondama, 29 Maret 2016

Pdt Hans Wanma STh

versi PDF: KETUA KLASIS WONDAMA PAPUA BARAT DIANCAM TIM EKSPEDISI NKRI

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Laporan Kronologis

    Saya Pdt Hans Wanma. STh, selaku ketua klasis wondama, sejak tanggal 25-28 maret 2016, saya melakukan kegiatan Camping paskah di tingkat klasis Wondama di Jende Roon. Lokasi camping terletak di kampong Nyap Jende Roon berjauhan dengan lokasi tempat tinggal saya, tempat tinggal saya di kampong Miei.

    Persoalan yang menyebabkan sehingga saya diancam adalah ketika lima orang dari tim ekspedisi melakukan titik-titik lokasi dengan menanamkan tiang bendera merah putih di tempat camping. Saya sampaikan kepada tim ekspedisi NKRI bahwa; hari ini acara Gereja, bukan acara 17 agustus.

    Sebelum saya menyampaikan itu, saya sudah menyampaikan sebelumnya kepada Koramil, Bupati dan pemerintah setempat bahwa kami ada kegiatan gereja di lokasi Jende Roon.

    Setalah penyampaian itu, saya diancam oleh komandan kopasus dari tim ekspedisi NKRI. Ancaman yang disampaikan oleh komandan kopasus terhadap saya adalah; kalau kami punya teman lima orang ini tidak datang-datang saja, maka kamu jadi jaminanya.

    Mereka datang ke rumah saya, mereka ancam saya di dalam rumah saya, setiap aktivitas saya, saya selalu di pantau, saya benar-benar ketakutan dan keluar dari rumah saya untuk lari ke pulau Wasior pada pukul 20.00 -23.00. Malam itu juga komandan kopasus dan anak buahnya cari saya ke rumah dan mereka ambil gambar lokasi tempat tinggal saya.

    Tiga hari saya tidak tenang dan tidak bisa tidur, kegiatan gereja yang saya kerjakan masih tertumpuk, saya butuh dukungan dari semua pihak dalam keadaan saya bahkan kelurga saya. Saya sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan, semogah Tuhan yang berkuasa atas bumi ini memberikan kekuatan kepada semua pihak, terutama orang papua yang rindu kebenaran Allah agar jangan bosan-bosan menyuarahkan kebenaran Allah diatas tanahnya sendiri.

    Saya selaku ketua klasis GKI Wondama tidak bermaksud untuk menyakiti tim ekspedisi NKRI dari Jakarta, tetapi saya mangajak kita biar saling menghargai hari perayaan paskah, setelah paskah barulah kalian lakukan kegiatan kalian sesuai dengan visi misi kalian.

    Sampai saat ini saya belum merasa nyaman dengan keluarga saya, saya sebagai pelayan jemaat Allah di kota penginjilan pulau Wondama menjadi beban untuk saya. Tuhan selau berperkara kepada orang-orang benar.

    Sekadar referensi, pasal 340 KUHP berbunyi, ‘Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain diancam, karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun.

    Saya berharap, komnas ham bahkan penegak hukum di NKRI dapat memahami kondisi saya sebagai pelayan umat Tuhan.

    Wondama, 29 Maret 2016

    Pdt Hans Wanma STh

    versi PDF: KETUA KLASIS WONDAMA PAPUA BARAT DIANCAM TIM EKSPEDISI NKRI

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on