Posted: Mar 16, 2016

Jayapura, Jubi-Solidaritas Korban Pelanggaran Hak Asasi Manusia (SKP-HAM) Papua khawatir negera melupakan penembakan empat siswa di Paniai pada 8 Desember 2014 lalu.

Kasus ini sejak awal banyak bolongnya. Banyak tim yang sudah turun tidak jelas hasilnya,ungkap Peneas Lokbere, kordinator SKP HAM dalam audiensnya dengan kepala Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komas HAM) Perwakilan Papua, Frist Ramandey di Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua di Jayapura, Papua, Selasa (15/3/2016).

Menurut Lokbere, tim aparat keamanan, Komnas HAM Republik Indonesia, Lembaga non-pemerintah yang turun investigasi tidak memberikan titik terang pengungkapan kasus. Masing-masing pihak bertahan dengan kesimpulan dan argumennya masing-masing. Polda Papua tidak mampu mengungkap kasus lantaran tidak bisa memeriksa institusi TNI yang diduga terlibat. Institusi TNI pun belum bisa memeriksa anggotanya lantaran tidak cukup bukti. Pengungkapan lebih lanjut makin sulit karena pimpinan TNI/POLRI yang memegang kendali waktu itu sudah dipindahkan.

Memindahkan orang bertanggungjawab ini sikap resisten negara. Negara tidak punya niat atau komitmen menuntaskan kasus ini,ungkap Lokbere.

Kata Lokbere, Komnas HAM yang diharapkan pun tidak jelas komitmenya. Komnas HAM

Kliping berita oleh : www.papuaweek.com

http://www.papuaweek.com/news/2016/03/skp-ham-khawatir-negara-lupa-kasus-paniai-2014#.VuolWOau9lw

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Posted: Mar 16, 2016

    Jayapura, Jubi-Solidaritas Korban Pelanggaran Hak Asasi Manusia (SKP-HAM) Papua khawatir negera melupakan penembakan empat siswa di Paniai pada 8 Desember 2014 lalu.

    Kasus ini sejak awal banyak bolongnya. Banyak tim yang sudah turun tidak jelas hasilnya,ungkap Peneas Lokbere, kordinator SKP HAM dalam audiensnya dengan kepala Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komas HAM) Perwakilan Papua, Frist Ramandey di Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua di Jayapura, Papua, Selasa (15/3/2016).

    Menurut Lokbere, tim aparat keamanan, Komnas HAM Republik Indonesia, Lembaga non-pemerintah yang turun investigasi tidak memberikan titik terang pengungkapan kasus. Masing-masing pihak bertahan dengan kesimpulan dan argumennya masing-masing. Polda Papua tidak mampu mengungkap kasus lantaran tidak bisa memeriksa institusi TNI yang diduga terlibat. Institusi TNI pun belum bisa memeriksa anggotanya lantaran tidak cukup bukti. Pengungkapan lebih lanjut makin sulit karena pimpinan TNI/POLRI yang memegang kendali waktu itu sudah dipindahkan.

    Memindahkan orang bertanggungjawab ini sikap resisten negara. Negara tidak punya niat atau komitmen menuntaskan kasus ini,ungkap Lokbere.

    Kata Lokbere, Komnas HAM yang diharapkan pun tidak jelas komitmenya. Komnas HAM

    Kliping berita oleh : www.papuaweek.com

    http://www.papuaweek.com/news/2016/03/skp-ham-khawatir-negara-lupa-kasus-paniai-2014#.VuolWOau9lw

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on