KBR, Pekanbaru – Badan Restorasi Gambut (BRG) merencanakan program peningkatan taraf hidup masyarakat di kawasan lahan gambut. Kepala BRG Nazir Foead mengatakan, selain merestorasi gambut yang rusak, lembaganya juga fokus memberdayakan masyarakat sekitar lahan gambut. “Salah satu fokus penting dari BRG, tadi sudah berbicara dengan gubernur (Riau–Red), kami semua sepakat bagaimana memberdayakan masyarakat yang hidup disekitar lahan gambut, untuk memperbaiki taraf hidupnya,” jelas Nazir kepada Green Radio Pekan Baru, Jumat (04/03/2016)

Nazir melanjutkan, “contoh baiknya dilakukan masyarakat di Sungai Tohor dengan menanam sagu, dan kita percaya ada banyak jenis tanaman lainnya yang bisa diupayakan”.

Nazir menjanjikan, masyarakat yang menjaga hutan, nantinya kan mendapatkan kompensasi ekonomi. Besarannya, disesuaikan dengan jumlah karbon yang mampu dihemat. Kini pemerintah tengah menyusun formula penghitungan yang tepat untuk kompensasi tersebut.

Dengan berbagai upaya ini, Nazir berharap, target restorasi 2 juta hektar lahan gambut dalam lima tahun ke depan akan terwujud. Tentunya, ia juga mengharapkan dukungan dan kerja sama berbagai pihak.

BRG mencatat, kerusakan lahan gambut di Indonesia mencapai 50 persen. “Jumlah lahan gambut di Indonesia menurut data pemerintah 15 juta hektar, menurut kawan-kawan LSM 20 juta hektar. Rekan-rekan LSM memperkirakan 9 juta hektar rusak. Tugas BRG merestorasi yang rusak, walaupun di Perpres ditekankan untuk dua juga hektar pada lima tahun pertama ini,” ujarnya.

Nazir melanjutkan, kerusakan lahan gambut menimbulkan kerugian besar. Salah satunya, turunnya permukaan tanah sehingga menyebabkan garis pantai naik. Jika demikian, banjir dipastikan bakal semakin sering terjadi.

(Nurika Manan)

http://portalkbr.com/03-2016/warga_jaga_lahan_gambut__brg_janjikan_kompensasi/79067.html

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    KBR, Pekanbaru – Badan Restorasi Gambut (BRG) merencanakan program peningkatan taraf hidup masyarakat di kawasan lahan gambut. Kepala BRG Nazir Foead mengatakan, selain merestorasi gambut yang rusak, lembaganya juga fokus memberdayakan masyarakat sekitar lahan gambut. “Salah satu fokus penting dari BRG, tadi sudah berbicara dengan gubernur (Riau–Red), kami semua sepakat bagaimana memberdayakan masyarakat yang hidup disekitar lahan gambut, untuk memperbaiki taraf hidupnya,” jelas Nazir kepada Green Radio Pekan Baru, Jumat (04/03/2016)

    Nazir melanjutkan, “contoh baiknya dilakukan masyarakat di Sungai Tohor dengan menanam sagu, dan kita percaya ada banyak jenis tanaman lainnya yang bisa diupayakan”.

    Nazir menjanjikan, masyarakat yang menjaga hutan, nantinya kan mendapatkan kompensasi ekonomi. Besarannya, disesuaikan dengan jumlah karbon yang mampu dihemat. Kini pemerintah tengah menyusun formula penghitungan yang tepat untuk kompensasi tersebut.

    Dengan berbagai upaya ini, Nazir berharap, target restorasi 2 juta hektar lahan gambut dalam lima tahun ke depan akan terwujud. Tentunya, ia juga mengharapkan dukungan dan kerja sama berbagai pihak.

    BRG mencatat, kerusakan lahan gambut di Indonesia mencapai 50 persen. “Jumlah lahan gambut di Indonesia menurut data pemerintah 15 juta hektar, menurut kawan-kawan LSM 20 juta hektar. Rekan-rekan LSM memperkirakan 9 juta hektar rusak. Tugas BRG merestorasi yang rusak, walaupun di Perpres ditekankan untuk dua juga hektar pada lima tahun pertama ini,” ujarnya.

    Nazir melanjutkan, kerusakan lahan gambut menimbulkan kerugian besar. Salah satunya, turunnya permukaan tanah sehingga menyebabkan garis pantai naik. Jika demikian, banjir dipastikan bakal semakin sering terjadi.

    (Nurika Manan)

    http://portalkbr.com/03-2016/warga_jaga_lahan_gambut__brg_janjikan_kompensasi/79067.html

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on