Yerisiam Gua: PT Nabire Baru Mau Ambil Dusun Sagu Keramat Lagi!

0
404
Dirjend Bina Usaha Kehutanan RI
Dirjend Bina Usaha Kehutanan RI

Jayapura, Jubi – Masyarakat adat suku Yerisiam Gua mengatakan perusahaan kelapa sawit PT Nabire Baru yang sudah mencaplok 17 ribu lahan pada 2008 lalu hendak menambah lahan 5 ribu hektar lagi.

“Penambahan lahan ini dengan alasan lahan plasma,” kata Sekretaris Suku Yeresiam Gua, Robertino Hanebora, kepada media di PTUN Jayapura, kota Jayapura, Papua, Senin (14/3/2016).

Lokasi yang hendak perusahaan caplok ini, kata Hanebora, merupakan dusun sagu keramat. Masyarakat Yeresiam percaya dari dusun sagu inilah masyarakat empat sub suku, Akaba, Koroba, Wauha, Srakwari, yang disebut Yeresiam-Gua berasal.

“Bagaimana perusahaan mau menghancurkan ibu kami? Apakah perusahaan mau barang miliknya diambil orang lain?”tanya Hanebora.

Yerisiam Sasi Adat di Tanah Leluhur Mereka Oktober 2015 (1)
Yerisiam Sasi Adat di Tanah Leluhur Mereka Oktober 2015 (dok. Yerisiam)

Kalau perusahaan tidak pernah mau rugi, hanya memikirkan keuntungan, kata Hanebora, suku Yeresiam Gua pun sama. Masyarakat adat tidak mau menghancurkan sumber kehidupan dan tempat masyarakat berasal.

“Bagaimana kami mau menghancurkan rahim kehidupan, dengan menjual kepada orang lain. Kami tidak bisa memperkosa dan membunuh ibu kami,” tegasnya sambil mengusap keringat di depan PTUN.

Karena itu, masyarakat adat Yersiam menuntut perusahaan tidak menambah lahan lagi. Perusahaan harus menghargai proses hukum yang sedang diproses di PTUN Jayapura sejak Oktober 2015.

Harapnya begitu tetapi, kata Hanebora, dirinya sangat khawatir dengan sistem pemerintah yang tidak teliti dalam menerbitkan izin. Pemerintah bisa menerbitkan izin tanpa mengecek surat pelepasan adat.

“Kami khawatir pemerintah keluarkan izin lagi tanpa ko0rdinasi dengan masyarakat adat. Model negara ini akan begitu,” katanya sebelum menghadiri sidang pembuktian gugatan dari pihak tergugat maupun penggugat.

Daniel Yarawobi, kepala suku besar Yeresiam-Gua, usai menghadiri sidang pembuktian para pihak mengatakan pihaknya sudah melakukan upaya penghentian aktivitas perusahaan untuk menambah lahan.

“Kami mengumpulkan masyarakat, Kapolsek, Danramil, supaya perusahaan tidak lagi menambah lahan. Kami tidak memberikan izin karena itu tempat keramat,” katanya.

Karena itu, dirinya sangat berharap, kepada semua pihak, pemerintah dan aparat keamanan tidak mendukung perusahaan membongkar hutan keramat. Kalau perusahaan berhasil membongkar, kata Yarawobi, dirinya tidak tahu lagi kemana mencari keadilan dan perlindungan.

“Kami harus kemana lagi? Kami tidak mau ada penambahan lahan lagi,”katanya. (Mawel Benny)

http://tabloidjubi.com/2016/03/14/yeresiam-gua-pt-nabire-baru-mau-ambil-dusun-sagu-keramat-lagi/