(Jakarta, 12 April 2016) Puluhan organisasi masyarakat sipil dan aktivis di Jakarta dari berbagai elemen buruh, mahasiswa, gerakan sosial, gerakan perempuan dan kaum miskin kota, melakukan konferensi pers di Kantor LBH Jakarta, menyatakan mendukung penuh hak konstitusional atas kebebasan berekspresi rakyat Papua.

Sebagaimana pemberitaan media massa, aparat gabungan TNI/Polri melakukan aksi represi, pemukulan, penangkapan, penyitaan dan pembubaran secara paksa acara doa bersama yang dihadiri oleh aktivis KNPB (Komite Nasional Papua Barat) dan masyarakat Papua yang berlangsung di Gereja GKII Golgota, Timika, Provinsi Papua (05/04/2016). Ibadah tersebut dalam rangka mendoakan agar ULWMP (United Liberation Movement for West Papua) bisa diterima pada forum diplomatik Pasifik Selatan, yakni: Melanesia Spearhead Group (MSG).

Tindakan represif dan pembubaran tersebut juga diikuti penangkapan aktivis KNPB. Berdasarkan riset media dan laporan ditemukan terdapat ribuan korban pemuda dan masyarakat Papua yang mengalami tindakan represif, penyiksaan dan penangkapan, semenjak rezim Jokowi berkuasa. Salah satunya bisa dibaca disini: http://nasional.news.viva.co.id/news/read/623388-presiden-akan-datang–ratusan-aktivis-papua-ditangkapi

Rakyat Papua yang diorganisir oleh KNPB akan kembali melakukan kegiatan doa bersama  pada tanggal 13 April 2016, dengan skala yang jauh lebih masif dan serentak di tujuh kota yakni di Jayapura, Fak-fak, Manokwari, Yahukimo, Sorong, Timika, dan Merauke. Aksi ini juga didukung oleh gereja setempat. Mengingat pola represifitas dan impunitas aparat keamanan yang terus berulang di Papua seperti halnya juga peristiwa tanggal 5 April kemarin, patut diduga kuat rakyat Papua akan kembali mengalami represi yang masif pada tanggal 13 April mendatang.

Dalam Siaran Pers gabungan aktivis dan organisasi masyarakat tersebut menuntut pemerintah dan aparat menghentikan represi terhadap rakyat Papua dan mendesak aparat gabungan TNI/Polri untuk tidak bertindak represif kepada rakyat Papua khususnya pada aksi besar-besaran tanggal 13 April 2016 besok. Selengkapnya Siaran Pers dapat dibaca disini: http://pusaka.or.id/press-release-hentikan-represifitas-dan-pengekangan-kebebasan-berekspresi-rakyat-papua/

Sementara konferensi pers berlangsung diinformasikan aparat Brimob dan Polres Yahukimo menangkap 5 anggota KNPB di Dekai, Yahukimo, pada jam 12 siang waktu setempat. Kelima orang tersebut sedang diperiksa tanpa pengacara dan pendamping hukum.
Ank, Apr 2016

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    (Jakarta, 12 April 2016) Puluhan organisasi masyarakat sipil dan aktivis di Jakarta dari berbagai elemen buruh, mahasiswa, gerakan sosial, gerakan perempuan dan kaum miskin kota, melakukan konferensi pers di Kantor LBH Jakarta, menyatakan mendukung penuh hak konstitusional atas kebebasan berekspresi rakyat Papua.

    Sebagaimana pemberitaan media massa, aparat gabungan TNI/Polri melakukan aksi represi, pemukulan, penangkapan, penyitaan dan pembubaran secara paksa acara doa bersama yang dihadiri oleh aktivis KNPB (Komite Nasional Papua Barat) dan masyarakat Papua yang berlangsung di Gereja GKII Golgota, Timika, Provinsi Papua (05/04/2016). Ibadah tersebut dalam rangka mendoakan agar ULWMP (United Liberation Movement for West Papua) bisa diterima pada forum diplomatik Pasifik Selatan, yakni: Melanesia Spearhead Group (MSG).

    Tindakan represif dan pembubaran tersebut juga diikuti penangkapan aktivis KNPB. Berdasarkan riset media dan laporan ditemukan terdapat ribuan korban pemuda dan masyarakat Papua yang mengalami tindakan represif, penyiksaan dan penangkapan, semenjak rezim Jokowi berkuasa. Salah satunya bisa dibaca disini: http://nasional.news.viva.co.id/news/read/623388-presiden-akan-datang–ratusan-aktivis-papua-ditangkapi

    Rakyat Papua yang diorganisir oleh KNPB akan kembali melakukan kegiatan doa bersama  pada tanggal 13 April 2016, dengan skala yang jauh lebih masif dan serentak di tujuh kota yakni di Jayapura, Fak-fak, Manokwari, Yahukimo, Sorong, Timika, dan Merauke. Aksi ini juga didukung oleh gereja setempat. Mengingat pola represifitas dan impunitas aparat keamanan yang terus berulang di Papua seperti halnya juga peristiwa tanggal 5 April kemarin, patut diduga kuat rakyat Papua akan kembali mengalami represi yang masif pada tanggal 13 April mendatang.

    Dalam Siaran Pers gabungan aktivis dan organisasi masyarakat tersebut menuntut pemerintah dan aparat menghentikan represi terhadap rakyat Papua dan mendesak aparat gabungan TNI/Polri untuk tidak bertindak represif kepada rakyat Papua khususnya pada aksi besar-besaran tanggal 13 April 2016 besok. Selengkapnya Siaran Pers dapat dibaca disini: http://pusaka.or.id/press-release-hentikan-represifitas-dan-pengekangan-kebebasan-berekspresi-rakyat-papua/

    Sementara konferensi pers berlangsung diinformasikan aparat Brimob dan Polres Yahukimo menangkap 5 anggota KNPB di Dekai, Yahukimo, pada jam 12 siang waktu setempat. Kelima orang tersebut sedang diperiksa tanpa pengacara dan pendamping hukum.
    Ank, Apr 2016

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on