Kehadiran PT Nabire Baru di Nabire Papua timbulkan deforestasi hutan yang mengancam kehidupan mahluk hidup dan lingkungan sekitar. Dalam waktu 4 tahun (2011-2015) lebih dari 10.000 hektar hutan hilang menjadi kebun kelapa sawit PT. Nabire Baru, Goodhope Group.

Perkebunan kelapa sawit memang menyerap banyak air, tetapi tidak dapat meredam larian air (run off) karena tidak memiliki belukar. Berbeda dengan hutan yang semak belukarnya turut menghambat larian air

Berdasarkan data Koalisi Peduli Korban Sawit Nabire menunjukkan dampak banjir yang merendam 56 rumah di kampung Sima dan 21 rumah di kampung Wami.

Lihat: http://www.nabire.net/terendam-banjir-hampir-2-meter-aktiv…/

Kampung ini dikepung oleh perusahaan antara lain PT Nabire Baru yang bekerjasama pula dengan PT Sariwana Adi Perkasa dan PT Sariwana Unggul Mandiri untuk ekspansi perkebunan kelapa sawit di Nabire.

PT Nabire Baru adalah anak perusahaan Goodhope Company, yang dimiliki oleh sebuah perusahaan transnasional asal Srilanka bernama Carson Cumberbatch.

Sebagian besar warga Nabire adalah sukueYerisiam yang mempunyai wilayah adat termasuk hutan adat. Namun kehidupan suku Yerisiam mulai terganggu, sejak Barnabas Suebu mengeluarkan izin Hasil Guna usaha (HGU) nomor 142 tertanggal 30 september 2008 kepada perkebunan sawit PT Nabire Baru diatas tanah adat 17.000 Ha Suku Yerisiam Gua Kampung Sima Distrik Yaur Kabupaten Nabire.

Baca : http://tabloidjubi.com/2015/10/30/suku-yerisiam-gua-dukung-dprp-minta-gubernur-cabut-izin-perusahaan-kelapa-sawit/

Keluarnya izin dianggap telah menyalahi prosedur karena tidak disertakan dengan uji Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) melalui proses uji dampak lingkungan melalui penelitian lapangan, yang diatur dalam Pasal 45 Undang – Undang Nomor 39 Tahun 2014 Tentang perkebunan (UU Perkebunan).
Selain itu, Gubernur tidak berhak mengeluarkan izin di wilayah kabupaten karena telah mengambil kewenangan wilayah Bupati. Ini telah diatur dalam Pasal 48 UU Perkebunan.

 

Kehadiran PT Nabire Baru di Nabire Papua timbulkan deforestasi hutan yang mengancam kehidupan mahluk hidup dan lingkungan sekitar. Dalam waktu 4 tahun (2011-2014) lebih dari 10.000 hektar hutan hilang menjadi kebun kelapa sawit PT. Nabire Baru, Goodhope Group

Kehadiran PT Nabire Baru di Nabire Papua timbulkan deforestasi hutan yang mengancam kehidupan mahluk hidup dan lingkungan sekitar. Dalam waktu 4 tahun (2011-2014) lebih dari 10.000 hektar hutan hilang menjadi kebun kelapa sawit PT. Nabire Baru, Goodhope Group

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Kehadiran PT Nabire Baru di Nabire Papua timbulkan deforestasi hutan yang mengancam kehidupan mahluk hidup dan lingkungan sekitar. Dalam waktu 4 tahun (2011-2015) lebih dari 10.000 hektar hutan hilang menjadi kebun kelapa sawit PT. Nabire Baru, Goodhope Group.

    Perkebunan kelapa sawit memang menyerap banyak air, tetapi tidak dapat meredam larian air (run off) karena tidak memiliki belukar. Berbeda dengan hutan yang semak belukarnya turut menghambat larian air

    Berdasarkan data Koalisi Peduli Korban Sawit Nabire menunjukkan dampak banjir yang merendam 56 rumah di kampung Sima dan 21 rumah di kampung Wami.

    Lihat: http://www.nabire.net/terendam-banjir-hampir-2-meter-aktiv…/

    Kampung ini dikepung oleh perusahaan antara lain PT Nabire Baru yang bekerjasama pula dengan PT Sariwana Adi Perkasa dan PT Sariwana Unggul Mandiri untuk ekspansi perkebunan kelapa sawit di Nabire.

    PT Nabire Baru adalah anak perusahaan Goodhope Company, yang dimiliki oleh sebuah perusahaan transnasional asal Srilanka bernama Carson Cumberbatch.

    Sebagian besar warga Nabire adalah sukueYerisiam yang mempunyai wilayah adat termasuk hutan adat. Namun kehidupan suku Yerisiam mulai terganggu, sejak Barnabas Suebu mengeluarkan izin Hasil Guna usaha (HGU) nomor 142 tertanggal 30 september 2008 kepada perkebunan sawit PT Nabire Baru diatas tanah adat 17.000 Ha Suku Yerisiam Gua Kampung Sima Distrik Yaur Kabupaten Nabire.

    Baca : http://tabloidjubi.com/2015/10/30/suku-yerisiam-gua-dukung-dprp-minta-gubernur-cabut-izin-perusahaan-kelapa-sawit/

    Keluarnya izin dianggap telah menyalahi prosedur karena tidak disertakan dengan uji Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) melalui proses uji dampak lingkungan melalui penelitian lapangan, yang diatur dalam Pasal 45 Undang – Undang Nomor 39 Tahun 2014 Tentang perkebunan (UU Perkebunan).
    Selain itu, Gubernur tidak berhak mengeluarkan izin di wilayah kabupaten karena telah mengambil kewenangan wilayah Bupati. Ini telah diatur dalam Pasal 48 UU Perkebunan.

     

    Kehadiran PT Nabire Baru di Nabire Papua timbulkan deforestasi hutan yang mengancam kehidupan mahluk hidup dan lingkungan sekitar. Dalam waktu 4 tahun (2011-2014) lebih dari 10.000 hektar hutan hilang menjadi kebun kelapa sawit PT. Nabire Baru, Goodhope Group

    Kehadiran PT Nabire Baru di Nabire Papua timbulkan deforestasi hutan yang mengancam kehidupan mahluk hidup dan lingkungan sekitar. Dalam waktu 4 tahun (2011-2014) lebih dari 10.000 hektar hutan hilang menjadi kebun kelapa sawit PT. Nabire Baru, Goodhope Group

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on