Jumat (20 Mei 2016), Ketua DPRD Kabupaten Sorong, Adam Klouw, menerima surat pernyataan penolakan dan perluasan kebun kelapa sawit yang disampaikan oleh perwakilan demonstran dari Distrik Klasou. (Isi surat pernyataan lihat disini: http://pusaka.or.id/pernyataan-sikap-bersama/)

Adam Klouw, menanggapi tuntutan tersebut, “Apa yang bapak dorang sampaikan terkait dengan sawit, bukan kami dengar saja tetapi kami sudah lihat. Jadi nanti kami akan undang pemerintah dari lingkungan hidup, kehutanan, perkebunan, perusahan dan masyarakat, dalam waktu satu sampai dua minggu”, jelas Adam Klouw, yang juga berasal dari Suku Moi, asal Distrik Maudus.

Menurut Adam Klouw, perlu mengkaji dampak perkebunan kelapa sawit dari segi positif dan negatifnya, keuntungan untuk masyarakat seperti apa dan jika merugikan masyarakat berarti harus ditinjau kembali.

“Saya tadi mendengar orasi bapak dan ibu, saya menangis karena saya punya tanah juga ada disitu, jadi kami siap lanjuti kepada pemangku kepentingan diatas”, jelas Adam Klouw.

Koordinator Aksi Yoel Ulimpa, dihadapan anggota DPRD Kabupaten Sorong, mengatakan, “Kami akan datang kembali menduduki kantor DPRD Kabupaten sorong dalam jumlah yang banyak, jika waktu yang disepakati untuk mengundang pemerintah sudah lewat”, tekan Yoel Ulimpa.

Massa aksi dalam yel-yelnya menyuarakan “masyarakat adat Malamoi bangkit melawan sawit”. Dalam poster-poster aksi dituliskan kritik terhadap kebijakan dan usaha perkebunan kelapa sawit, seperti: pemerintah jangan menutup info kepada publik, pemerintah tolong jujur sawit ini untuk siapa, stop anak adat tipu masyarakat adat, hutan adat kami adalah hutan titipan Tuhan, sawit datang masyarakat miskin, praktek perkebunan sawit telah melakukan pelanggaran HAM. Massa aksi juga mengharapkan DPRD serius menindaklanjuti tuntutan masyarakat.

Giqpwomalamoi, Mei 2016

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Jumat (20 Mei 2016), Ketua DPRD Kabupaten Sorong, Adam Klouw, menerima surat pernyataan penolakan dan perluasan kebun kelapa sawit yang disampaikan oleh perwakilan demonstran dari Distrik Klasou. (Isi surat pernyataan lihat disini: http://pusaka.or.id/pernyataan-sikap-bersama/)

    Adam Klouw, menanggapi tuntutan tersebut, “Apa yang bapak dorang sampaikan terkait dengan sawit, bukan kami dengar saja tetapi kami sudah lihat. Jadi nanti kami akan undang pemerintah dari lingkungan hidup, kehutanan, perkebunan, perusahan dan masyarakat, dalam waktu satu sampai dua minggu”, jelas Adam Klouw, yang juga berasal dari Suku Moi, asal Distrik Maudus.

    Menurut Adam Klouw, perlu mengkaji dampak perkebunan kelapa sawit dari segi positif dan negatifnya, keuntungan untuk masyarakat seperti apa dan jika merugikan masyarakat berarti harus ditinjau kembali.

    “Saya tadi mendengar orasi bapak dan ibu, saya menangis karena saya punya tanah juga ada disitu, jadi kami siap lanjuti kepada pemangku kepentingan diatas”, jelas Adam Klouw.

    Koordinator Aksi Yoel Ulimpa, dihadapan anggota DPRD Kabupaten Sorong, mengatakan, “Kami akan datang kembali menduduki kantor DPRD Kabupaten sorong dalam jumlah yang banyak, jika waktu yang disepakati untuk mengundang pemerintah sudah lewat”, tekan Yoel Ulimpa.

    Massa aksi dalam yel-yelnya menyuarakan “masyarakat adat Malamoi bangkit melawan sawit”. Dalam poster-poster aksi dituliskan kritik terhadap kebijakan dan usaha perkebunan kelapa sawit, seperti: pemerintah jangan menutup info kepada publik, pemerintah tolong jujur sawit ini untuk siapa, stop anak adat tipu masyarakat adat, hutan adat kami adalah hutan titipan Tuhan, sawit datang masyarakat miskin, praktek perkebunan sawit telah melakukan pelanggaran HAM. Massa aksi juga mengharapkan DPRD serius menindaklanjuti tuntutan masyarakat.

    Giqpwomalamoi, Mei 2016

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on