LBH: DALAM SEHARI, HAMPIR DUA RIBU ORANG PAPUA DITANGKAP

0
711
Peta Konsensi Papua-Papua Barat 2016

(Jakarta, 03 Mei 2016) melalui PRESS RELEASE No: 898/SK-RILIS/V/2016, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta mengecam keras penangkapan 1.724 aktivis Papua dalam demonstrasi damai yang dilaksanakan serempak di Jayapura, Sorong, Merauke, Fakfak, Wamena, Semarang dan Makassar. Demikian rilis LBH yang diedarkan kepada publik kemarin 2 Mei 2016

Beberapa hari sebelumnya, 52 orang juga sudah ditangkap menjelang aksi hari ini (2 Mei 2016-ed). Aksi dilakukan dalam rangka mendukung United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) masuk menjadi anggota penuh Melanesian Spearhead Group (MSG), sebuah forum diplomatik di Pasifik Selatan. Selain itu, juga untuk protes memperingati 1 Mei 1963 di mana hari bergabungnya Papua ke Indonesia.

Aksi ini juga dilakukan untuk mendukung pertemuan International Parliamentarians for West Papua (IPWP) yang akan dilakukan di London besok, 3 Mei 2016, yang akan membahas tentang referendum untuk Papua. Menurut LBH, dua orang yang ditangkap di Merauke ketika menyerahkan surat pemberitahuan aksi ke kantor polisi. “Ini pasal macam apa yang bisa dipakai untuk menangkap orang yang sedang menyerahkan surat pemberitahuan aksi?, ujar Veronika Koman selaku pengacara.

Lanjut LBH pada rilis tersebut, 41 orang yang ditangkap di Jayapura hanya karena menyebarkan selebaran ajakan aksi. Jelas ini perbuatan semena-mena yang inkonstitusional,” kecam Veronica Koman, pengacara publik LBH Jakarta.

LBH Jakarta 2 Mei 2016 PRESS RELEASE No. 898.SK-RILIS.V (Mapping by SP)
LBH Jakarta 2 Mei 2016 PRESS RELEASE No. 898.SK-RILIS.V (Mapping by SP)

 

Berikut adalah data jumlah orang yang ditangkap hari ini di masing-masing wilayah yang berhasil LBH Jakarta kumpulkan dari narasumber kami (LBH-ed) di Papua:

1449 orang di Jayapura

118 orang di Merauke

45 orang di Semarang

42 orang di Makassar

29 orang di Fakfak

27 orang di Sorong

14 orang di Wamena.

Total yang ditangkap hari ini ada 1.724 orang.

Sebagian besar sudah dilepas, namun masih ada belasan yang ditahan di Merauke, Fakfak dan Wamena. Sebelumnya pada 25 April 2016 ada juga dua orang ditangkap di Merauke. 30 April 41 orang ditangkap di Jayapura. 1 Mei ada empat orang di Wamena dan 5 orang di Merauke yang ditangkap. “Total ada 1.839 orang Papua yang ditangkap sejak April 2016 hingga 2 Mei di tahun yang sama.

Percuma saja Jokowi sering ke Papua kalau di Papua kerjanya hanya seremonial. Pendekatan pembangunan bukanlah yang dicari oleh rakyat Papua, Jokowi harus lebih jeli mendengarkan tuntutan mereka,” tambah Veronica.

Perbuatan kepolisian tersebut melanggar konstitusi Indonesia pasal 28 dan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

“Sekalipun tuntutannya adalah untuk referendum, selama orang Papua masih warga negara Indonesia, hak konstitusional mereka untuk berpendapat harus selalu dijaga. Gelarlah dialog, bukan merepresi aspirasi mereka,” tegas Alghiffari Aqsa, direktur LBH Jakarta.

Untuk itu, LBH Jakarta menuntut kepada Jokowi untuk menindak Kapolri, Kapolda Papua dan Kapolda Papua Barat yang telah mencoreng hak konstitusional rakyat Papua, serta segera melepaskan mereka yang masih ditahan. “Kami serukan kepada rakyat Papua bahwa kalian tidak sendiri. Teruskanlah aspirasi kalian!” tutup Alghiffari.

Selangkapnya:

Publikasi LBH: (http://www.bantuanhukum.or.id/web/hampir-dua-ribu-orang-papua-ditangkap-dalam-sehari/) dan

Rilis LBH Jakarta 2 Mei 2016