Saireri May 12, 2016 Admin Jubi– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire ditolak saat melakukan kunjungan kerja ke PT. Nabire Baru dan PT. Sari Wana Adi Perkasa, Rabu (11/5/2016) . Meski menunggu hingga satu jam lebih, wakil rakyat itu tidak diperkenankan masuk halaman kantor kedua perusahaan sawit tersebut.

Tim gabungan dari komisi A, B dan C dipimpin langsung oleh ketua DPRD Nabire saat berada di lokasi perkantoran perusahaan sawit hanya bertemu pihak keamanan perusahaan namun tidak di dipersilahkan masuk bahkan mobil ketua Dewan dan rombongan tidak diperbolehkan masuk hingga depan perkantoran.

“Saya sudah sampaikan kepada pak polisi di pos itu, kami dari DPRD yang ingin menemui pimpinan. Penjaga pos mengatakan pimpinan ada. Tapi hingga satu jam kami menunggu, tidak ada seorang pun yang keluar. Kami disuruh duduk di luar saja, bahkan mobil kami dilarang masuk ke dalam areal kantor,” ujar Ketua DPRD Nabire, Marci Kegou di Nabire, Rabu (11/5/2016).

Kekecewaan juga disampaikan, Wakil Ketua Komisi B, Kathering Maruanaya. “Tujuan kedatangan DPRD untuk meminta keterangan terkait aduan dari masyarakat Sima mengenai tanah mereka,” katanya.

Tim gabungan komisi A, B dan C itu datang dengan harapan mendapatkan keterangan dari pihak perusahaan sawit itu agar laporan yang diterima dewan berimbang.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana proses dan apa saja yang sudah dilakukan perusahaan terhadap masyarakat adat di sini, Tapi pihak pimpinan dan karyawan perusahaan tidak mau menemui kami,” ujar anggota Komisi B, Yusmina Money .

Money mengatakan, dalam waktu dekat DPRD akan mengundang kedua perusahaan tersebut pemilik hak ulayat, pemerintah, dan instansi terkait guna mencari jalan keluar terhadap permasalahan yang dihadapai masyarakat adat Yeresiam Gua.

“Permasalahan ini sudah lama berlangsung dan berlarut-larut. Dengan dipertemukannya semua pihak, diharapkan akan ada penyelesaian yang memuaskan semua pihak,” ujarnya. (*)

http://tabloidjubi.com/2016/05/12/pt-nabire-baru-dan-pt-sari-wana-adi-perkasa-tolak-kunjungan-dprd-nabire/

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Saireri May 12, 2016 Admin Jubi– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire ditolak saat melakukan kunjungan kerja ke PT. Nabire Baru dan PT. Sari Wana Adi Perkasa, Rabu (11/5/2016) . Meski menunggu hingga satu jam lebih, wakil rakyat itu tidak diperkenankan masuk halaman kantor kedua perusahaan sawit tersebut.

    Tim gabungan dari komisi A, B dan C dipimpin langsung oleh ketua DPRD Nabire saat berada di lokasi perkantoran perusahaan sawit hanya bertemu pihak keamanan perusahaan namun tidak di dipersilahkan masuk bahkan mobil ketua Dewan dan rombongan tidak diperbolehkan masuk hingga depan perkantoran.

    “Saya sudah sampaikan kepada pak polisi di pos itu, kami dari DPRD yang ingin menemui pimpinan. Penjaga pos mengatakan pimpinan ada. Tapi hingga satu jam kami menunggu, tidak ada seorang pun yang keluar. Kami disuruh duduk di luar saja, bahkan mobil kami dilarang masuk ke dalam areal kantor,” ujar Ketua DPRD Nabire, Marci Kegou di Nabire, Rabu (11/5/2016).

    Kekecewaan juga disampaikan, Wakil Ketua Komisi B, Kathering Maruanaya. “Tujuan kedatangan DPRD untuk meminta keterangan terkait aduan dari masyarakat Sima mengenai tanah mereka,” katanya.

    Tim gabungan komisi A, B dan C itu datang dengan harapan mendapatkan keterangan dari pihak perusahaan sawit itu agar laporan yang diterima dewan berimbang.

    “Kami ingin melihat langsung bagaimana proses dan apa saja yang sudah dilakukan perusahaan terhadap masyarakat adat di sini, Tapi pihak pimpinan dan karyawan perusahaan tidak mau menemui kami,” ujar anggota Komisi B, Yusmina Money .

    Money mengatakan, dalam waktu dekat DPRD akan mengundang kedua perusahaan tersebut pemilik hak ulayat, pemerintah, dan instansi terkait guna mencari jalan keluar terhadap permasalahan yang dihadapai masyarakat adat Yeresiam Gua.

    “Permasalahan ini sudah lama berlangsung dan berlarut-larut. Dengan dipertemukannya semua pihak, diharapkan akan ada penyelesaian yang memuaskan semua pihak,” ujarnya. (*)

    http://tabloidjubi.com/2016/05/12/pt-nabire-baru-dan-pt-sari-wana-adi-perkasa-tolak-kunjungan-dprd-nabire/

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on