Koalisi Mahasiswa, Pemuda dan Pelajar Tolak Kelapa Sawit dan Transmigrasi di Maybrat
(Kompekstram) 

Demi memperjuangkan serta menyelamatkan hutan dan manusia Papua secara umum dan Maybrat secara khusus terutama generasi muda Maybrat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kebudayaan, keadilan dan kebenaran, maka dengan ini kami tim koalisi mahasiswa pemuda dan pelajar (Kompekstram) dengan tegas menyatakan:

  1. Menteri Kehutanan segera mencabut SK Nomor 41/11/2011 tentang pelepasan hutan adat milik masyarakat adat setempat yang dipakai sebagai lahan perkebunan kelapa sawit
  2. Gubernur Papua Barat segera mencabut Ijin Usaha Perkebunan (IUP) Nomor 522/90/ II/2011, tentang perkebunan kelapa sawit
  3. Pemerintah Kabupaten Maybrat segera mencabut Ijin Usaha Perkebunan (IUP) kelapa sawit dari PT. Austindo Nusantara Jaya yang beroperasi di Kampung Womba, Distrik Aifat Timur Selatan dan Kampung Susumuk, Distrik Aifat Tengah.
  4. Kami dengan tegas menolak program pemerintah Kabupaten Maybrat dalam hal ini kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang mendatangkan transmigrasi lokal dengan jumlah 150 Kepala Keluarga di wilayah Aifat Timur Kampung Aisa.
  5. Kami masyarakat adat Aifat Timur Raya, menolak dengan tegas pembukaan lahan perusahaan atau perkebunan diatas tanah kami Muara Kali Aisawiat atau Kamundan yang dilakukan oleh Dinas Perkebunan Kabupaten Maybrat.

Maka dengan ini Koalisi Mahasiswa, Pemuda dan Pelajar Maybrat menolak dengan tegas transmigrasi dan perkebunan kelapa sawit di wilayah Kabupaten Maybrat.

Maybrat, 20 Juni 2016

Koordinator Umum 

Mario M. Yumte

Tembusan:

  1. Bupati Kabupaten Maybrat
  2. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Maybrat
  3. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Maybrat
  4. Kepala Suku Kabupaten Maybrat
Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Koalisi Mahasiswa, Pemuda dan Pelajar Tolak Kelapa Sawit dan Transmigrasi di Maybrat
    (Kompekstram) 

    Demi memperjuangkan serta menyelamatkan hutan dan manusia Papua secara umum dan Maybrat secara khusus terutama generasi muda Maybrat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kebudayaan, keadilan dan kebenaran, maka dengan ini kami tim koalisi mahasiswa pemuda dan pelajar (Kompekstram) dengan tegas menyatakan:

    1. Menteri Kehutanan segera mencabut SK Nomor 41/11/2011 tentang pelepasan hutan adat milik masyarakat adat setempat yang dipakai sebagai lahan perkebunan kelapa sawit
    2. Gubernur Papua Barat segera mencabut Ijin Usaha Perkebunan (IUP) Nomor 522/90/ II/2011, tentang perkebunan kelapa sawit
    3. Pemerintah Kabupaten Maybrat segera mencabut Ijin Usaha Perkebunan (IUP) kelapa sawit dari PT. Austindo Nusantara Jaya yang beroperasi di Kampung Womba, Distrik Aifat Timur Selatan dan Kampung Susumuk, Distrik Aifat Tengah.
    4. Kami dengan tegas menolak program pemerintah Kabupaten Maybrat dalam hal ini kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang mendatangkan transmigrasi lokal dengan jumlah 150 Kepala Keluarga di wilayah Aifat Timur Kampung Aisa.
    5. Kami masyarakat adat Aifat Timur Raya, menolak dengan tegas pembukaan lahan perusahaan atau perkebunan diatas tanah kami Muara Kali Aisawiat atau Kamundan yang dilakukan oleh Dinas Perkebunan Kabupaten Maybrat.

    Maka dengan ini Koalisi Mahasiswa, Pemuda dan Pelajar Maybrat menolak dengan tegas transmigrasi dan perkebunan kelapa sawit di wilayah Kabupaten Maybrat.

    Maybrat, 20 Juni 2016

    Koordinator Umum 

    Mario M. Yumte

    Tembusan:

    1. Bupati Kabupaten Maybrat
    2. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Maybrat
    3. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Maybrat
    4. Kepala Suku Kabupaten Maybrat
    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on