Lokasi perkebunan sawit milik ANJ PT Putra Manunggal Perkasa yang beroperasi di daerah Robate dataran Kais dan Kais Darat sudah melenyapkan tujuh dusun sagu yang juga bagian dari tempat mencari makan penduduk pribumi secara turun temurun. Sebagaimana diutarakan oleh salah satu pemilik ulayat dari Suku Maybrat, marga Wetaku dan Sowe terkait betapa keberadaan dusun sagu ini berarti bagi mereka untuk hidup turun temurun. Wawancara tersebut dilakukan pada 25 Agustus 2016 di lokasi Sawit ANJ blok C Robate Mangga Dua Kais Darat Sorong Selatan Papua Barat. Hasil pemantauan dilakukan PUSAKA atas dukungan pemilik hak ulayat dari Suku Maybrat, Awe dan Kaiso

dusun sagu Habiren di lokasi sawit ANJ Robate Mangga Dua Sorong Papua Barat

dusun sagu Habiren di lokasi sawit ANJ Robate Mangga Dua Sorong Papua Barat

Bagaimana cerita Dusun sagu Habiren?

Waktu dulu Masyarakat adat yang pemilik hak ulayat antaranya Marga dari suku Maybrat dari kampung Mukamat dan Ikana datang tokok sagu disini. Mereka pakai perahu/sampan melalui kali kais lalu kali Haman, singgah bikin rumah dusun baru mereka masuk tokok sagu di dalam dusun Habiren. Selain dusun habiren, ada lagi enam dusun yang terletak di utara, selatan, timur dan barat. Disinilah tempat mencari makan kami orang Maybrat. Baca Juga: Keluarga Tahija Kuasai Ruang Hidup Tiga Suku di Papua Barat

 Berapa luasan dusun sagu yang digusur demi sawit?

Luasan yang ada khusus untuk dusun Habiren, sekitar dua hektar lebih atau 500 meter memanjang. Lebar sekitar satu kilo meter dan panjang sekitar dua kilo meter. Bila satu petak sawit diperkirakan ada 20 hektar.

 Sejak kapan dusun ini di bongkar?

Untung saja kami datang palang, kalau tidak tidak ada sisa sisa lagi. Pembongkaran dusun ini oleh PT PMP anak perusahaan dari ANJ ini pada tahun 2015.

Waktu pemilik hak ulayat datang, mereka kaget lantaran pembongkaran sudah sampai di dusun Habiren.

Ada berapa rumpun sagu yang sudah di gusur dari dusun habiren?

Ada sekitar 10 rumpun yang sudah di bongkar.

Waktu di gusur apakah perusahaan tau ini dusun sagu?

Ya, perusahaan tau ini dusun sagu tempat mencari makan masyarakat adat. Sewaktu perusahaan bikin komitmen dengan pemilik hak ulayat dari suku Awe, marga dari suku Maybrat hanya tau pembongkaran dusun hanya di sekitar wilayah suku Awe saja, namun betapa kagetnya mereka yang ketika itu datang dan melihat dusun mereka sudah digusur. Akibatnya kompak masyarakat adat palang untuk tidak digusur. Baca juga: Kebun Sawit Group ANJ Gusur Dusun Sagu

dusun sagu Habiren di lokasi sawit ANJ Robate Mangga Dua Sorong Papua Barat

dusun sagu Habiren di lokasi sawit ANJ Robate Mangga Dua Sorong Papua Barat

 Kapan dan siapa yang melakukan pemalangan?

Labih dari 10 orang yang juga marga pemilik hak ulayat (Marga Wetaku, Marga Sowe dan Marga Worait) melakukan pemalangan dusun sagu pada bulan desember tahun 2015 lalu.

Tiga marga tersebut yang punya hak ulayat yang berbatasan dengan suku Awe dan Suku Kaiso. Mulai dari blok D sawit di Kali sisyam hingga ke arah blok E dan F dekat kali Haman.

Adakah komplain soal hak?

Iya. Pertengahan Agustus 2016, Yairus dari suku Kaiso datang kasi stop pekerjaan di dusun sagu ini lantaran dia bilang ini wilayah suku Kaiso padahal daerah yang dibongkar ini milik suku Maybrat.  Kalau orang Kaiso itu ambil dari blok D sana, kali Sisyam ke bawah.

Sagu yang digusur sudah ada ganti rugi?

Khusus sagu tidak ada ganti rugi. Hanya fee kayu yang perusahaan ganti rugi. Kayu yang diganti rugi pun tidak semua kayu. Khusus yang ukuran produksi diameter 30 keatas (diamter 30 up). Di ukur oleh loging lalu dibayar.

Berapa harga per kubik kayu?

Satu kubik 25 ribu rupiah.

Ada berapa kubik?

Belum tau berapa jumlah kubik. Hanya ganti rugi yang sudah diterima oleh tiga marga yaitu Wetaku, Sowe dan Worait totalnya 500 juta rupiah. Khusus ganti rugi kayu yang masuk ukuran produksi sementara sagu tidak ada ganti rugi sampai sekarang.

Bahkan kayu yang dipakai untuk mating-mating (bantalan jalan dan jembatan) dibawah 30 diameter tidak ada ganti rugi.

Kuburan di dusun…

Di blok D sawit dahulu ada rumah dusun disini, orang yang meninggal lalu dikubur disini. Sekarang perusahaan sudah bongkar tempat ini lapis kuburan. Padahal ini situs keramat yang harus dilindungi. Disini dulu rumah dusun untuk masyarakat yang datang tokok sagu di dusun Habiren, dusun Fyusah dan dusun lainnya. Ada tiga sampai empat orang dikubur disini.

Semua aktivitas tokok sagu lalu dibawa ke kali haman, angkut pakai perahu dayung ke kali kais lalu menuju kampung Ikana dan Mukamat.

Unduh:  Wawancara Dengan Korban Sawit ANJ

Video dokumentasi diatasi, disini

Arkilaus Baho

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Lokasi perkebunan sawit milik ANJ PT Putra Manunggal Perkasa yang beroperasi di daerah Robate dataran Kais dan Kais Darat sudah melenyapkan tujuh dusun sagu yang juga bagian dari tempat mencari makan penduduk pribumi secara turun temurun. Sebagaimana diutarakan oleh salah satu pemilik ulayat dari Suku Maybrat, marga Wetaku dan Sowe terkait betapa keberadaan dusun sagu ini berarti bagi mereka untuk hidup turun temurun. Wawancara tersebut dilakukan pada 25 Agustus 2016 di lokasi Sawit ANJ blok C Robate Mangga Dua Kais Darat Sorong Selatan Papua Barat. Hasil pemantauan dilakukan PUSAKA atas dukungan pemilik hak ulayat dari Suku Maybrat, Awe dan Kaiso

    dusun sagu Habiren di lokasi sawit ANJ Robate Mangga Dua Sorong Papua Barat

    dusun sagu Habiren di lokasi sawit ANJ Robate Mangga Dua Sorong Papua Barat

    Bagaimana cerita Dusun sagu Habiren?

    Waktu dulu Masyarakat adat yang pemilik hak ulayat antaranya Marga dari suku Maybrat dari kampung Mukamat dan Ikana datang tokok sagu disini. Mereka pakai perahu/sampan melalui kali kais lalu kali Haman, singgah bikin rumah dusun baru mereka masuk tokok sagu di dalam dusun Habiren. Selain dusun habiren, ada lagi enam dusun yang terletak di utara, selatan, timur dan barat. Disinilah tempat mencari makan kami orang Maybrat. Baca Juga: Keluarga Tahija Kuasai Ruang Hidup Tiga Suku di Papua Barat

     Berapa luasan dusun sagu yang digusur demi sawit?

    Luasan yang ada khusus untuk dusun Habiren, sekitar dua hektar lebih atau 500 meter memanjang. Lebar sekitar satu kilo meter dan panjang sekitar dua kilo meter. Bila satu petak sawit diperkirakan ada 20 hektar.

     Sejak kapan dusun ini di bongkar?

    Untung saja kami datang palang, kalau tidak tidak ada sisa sisa lagi. Pembongkaran dusun ini oleh PT PMP anak perusahaan dari ANJ ini pada tahun 2015.

    Waktu pemilik hak ulayat datang, mereka kaget lantaran pembongkaran sudah sampai di dusun Habiren.

    Ada berapa rumpun sagu yang sudah di gusur dari dusun habiren?

    Ada sekitar 10 rumpun yang sudah di bongkar.

    Waktu di gusur apakah perusahaan tau ini dusun sagu?

    Ya, perusahaan tau ini dusun sagu tempat mencari makan masyarakat adat. Sewaktu perusahaan bikin komitmen dengan pemilik hak ulayat dari suku Awe, marga dari suku Maybrat hanya tau pembongkaran dusun hanya di sekitar wilayah suku Awe saja, namun betapa kagetnya mereka yang ketika itu datang dan melihat dusun mereka sudah digusur. Akibatnya kompak masyarakat adat palang untuk tidak digusur. Baca juga: Kebun Sawit Group ANJ Gusur Dusun Sagu

    dusun sagu Habiren di lokasi sawit ANJ Robate Mangga Dua Sorong Papua Barat

    dusun sagu Habiren di lokasi sawit ANJ Robate Mangga Dua Sorong Papua Barat

     Kapan dan siapa yang melakukan pemalangan?

    Labih dari 10 orang yang juga marga pemilik hak ulayat (Marga Wetaku, Marga Sowe dan Marga Worait) melakukan pemalangan dusun sagu pada bulan desember tahun 2015 lalu.

    Tiga marga tersebut yang punya hak ulayat yang berbatasan dengan suku Awe dan Suku Kaiso. Mulai dari blok D sawit di Kali sisyam hingga ke arah blok E dan F dekat kali Haman.

    Adakah komplain soal hak?

    Iya. Pertengahan Agustus 2016, Yairus dari suku Kaiso datang kasi stop pekerjaan di dusun sagu ini lantaran dia bilang ini wilayah suku Kaiso padahal daerah yang dibongkar ini milik suku Maybrat.  Kalau orang Kaiso itu ambil dari blok D sana, kali Sisyam ke bawah.

    Sagu yang digusur sudah ada ganti rugi?

    Khusus sagu tidak ada ganti rugi. Hanya fee kayu yang perusahaan ganti rugi. Kayu yang diganti rugi pun tidak semua kayu. Khusus yang ukuran produksi diameter 30 keatas (diamter 30 up). Di ukur oleh loging lalu dibayar.

    Berapa harga per kubik kayu?

    Satu kubik 25 ribu rupiah.

    Ada berapa kubik?

    Belum tau berapa jumlah kubik. Hanya ganti rugi yang sudah diterima oleh tiga marga yaitu Wetaku, Sowe dan Worait totalnya 500 juta rupiah. Khusus ganti rugi kayu yang masuk ukuran produksi sementara sagu tidak ada ganti rugi sampai sekarang.

    Bahkan kayu yang dipakai untuk mating-mating (bantalan jalan dan jembatan) dibawah 30 diameter tidak ada ganti rugi.

    Kuburan di dusun…

    Di blok D sawit dahulu ada rumah dusun disini, orang yang meninggal lalu dikubur disini. Sekarang perusahaan sudah bongkar tempat ini lapis kuburan. Padahal ini situs keramat yang harus dilindungi. Disini dulu rumah dusun untuk masyarakat yang datang tokok sagu di dusun Habiren, dusun Fyusah dan dusun lainnya. Ada tiga sampai empat orang dikubur disini.

    Semua aktivitas tokok sagu lalu dibawa ke kali haman, angkut pakai perahu dayung ke kali kais lalu menuju kampung Ikana dan Mukamat.

    Unduh:  Wawancara Dengan Korban Sawit ANJ

    Video dokumentasi diatasi, disini

    Arkilaus Baho

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on