Pada 4 dan 5 Nopember 2016, perwakilan masyarakat adat Auyu, Wambon dan Muyu, dari kampung-kampung yang menjadi sasaran investasi di sektor kehutanan dan perkebunan, melakukan dialog berdiskusi dengan pejabat pemerintah daerah di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.

Salah satu hasil dari pertemuan adalah menghasilkan Surat Pernyaan Boven Digeol yang memuat tentang situasi permasalahan yang dialami masyarakat dan kekhawatiran adanya aktivitas perusahaan di wilayah adat mereka, serta tuntutan masyarakat. Selengkapnya isi pernyataan bisa dibaca disini: Pernyataan Boven Digoel

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Pada 4 dan 5 Nopember 2016, perwakilan masyarakat adat Auyu, Wambon dan Muyu, dari kampung-kampung yang menjadi sasaran investasi di sektor kehutanan dan perkebunan, melakukan dialog berdiskusi dengan pejabat pemerintah daerah di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.

    Salah satu hasil dari pertemuan adalah menghasilkan Surat Pernyaan Boven Digeol yang memuat tentang situasi permasalahan yang dialami masyarakat dan kekhawatiran adanya aktivitas perusahaan di wilayah adat mereka, serta tuntutan masyarakat. Selengkapnya isi pernyataan bisa dibaca disini: Pernyataan Boven Digoel

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on