DAP Paniai Mengecam Penyiksaan Warga Sipil di Paniai

1
449

Senin pagi (01 Mei 2017), sekitar pukul 07.50 wit, Yustinus Degei (32 tahun), pergi ke sebuah kios hendak membeli sabun, tapi pemilik kios tidak ada dan Yustinus kembali keluar dari kios. Namun, laki-laki pemilik kios tiba-tiba muncul dan menuduh Yustinus mencuri barang kios. Yustinus menolak dituduh mencuri. Pemilik kios marah dan pergi memanggil anggota TNI Timtus 753 Uwibutu.

Malapetaka terjadi. Di depan Gereja Napiri, Kampung Uwibutu, Paniai, dua orang anggota TNI Timsus 753, dihantar pemilik kios, mendatangi Yustinus Degei dan langsung melayangkan pukulan, mungkin maksudnya memaksa Yustinus mengakui perbuatannya.

Adik Yustinus, Yosia Degei (27 tahun), ada dilokasi kejadaian dan tidak terima Yustinus dipukul anggota TNI. Yosia balas memukul anggota TNI. Kedua anggota TNI mengeluarkan pisau dan parang, lalu menebas kearah wajah Yustinus sehingga merobek dagu kanan hingga kuping dan kepala Yustinus. Demikian pula, korban Yosia Degei, mengalami tiga tusukan pisau pada bagian punggung kiri tembus hingga tulang belakang.

Saksi Yeri Adii yang melihat kejadian ini hendak melaporkan kejadian dan meminta pertanggung jawaban pada markas Pos Timsus Batalyon 753 Raider Nabire di Uwibutu, tetapi petugas mengusur Yeri.

Hingga saat ini, diinformasikan bahwa kedua korban Yustinus dan Yosia, sedang dalam perawatan di rumah sakit RSUD Paniai di Madi, Paniai

Ketua DAP Paniai, John NR. Gobay, mengecam peristiwa penyiksaan terhadap warga sipil yang melibatkan pelaku diduga oknum anggota TNI Pos Timsus 753 Raider Nabire. John Gobay melalui email meminta Panglima TNI menarik anggota yang melanggar Tupoksi dan menutup Pos Timsus 753 Raider Nabire. Ketua John Gobay juga meminta Pangdam dan Kapolda Papua mengusut peristiwa ini.

Sebelumnya, menjelang natal Desember 2014 lalu, terjadi juga kekerasan dan penembakan terhadap warga di lapangan Paniai, Papua, hingga mengakibatkan empat korban meninggal dan puluhan orang luka-luka.  (Baca: Tragedi Berdarah Paniai). Hingga saat ini, belum ada penyelesaian kasus kekerasan Paniai, masyarakat masih kembali menelan luka dan siksaan.

Oknum Brimob Brutal di Maybrat

Minggu lalu (20 April 2017), Oknum Brimob yang bertugas di Pos Kampung Ayawasi, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, melakukan kekerasan dan penyiksaan terhadap Ulis Turot. Korban dipukul, disiksa dan ditembak pada bagian perut bagian kanan.

Peristiwa ini bermula ketika Ulis dalam pengaruh minuman alkohol minta rokok pada ibu pemilik kios. Ibu menolak dan panik, lalu menelpon memanggil petugas Brimob yang bertugas tidak jauh dari kios. Tiga anggota Brimob datang lalu memukul, menembak dan menyiksa korban.

Saat ini, korban Ulis sedang dirawat di RSUD Sorong setelah dioperasi.   

Ank, Mei 2017