Mendesak Negara untuk Perlindungan dan Penghormatan Pembela HAM Lingkungan di Papua

Home/Berita/Mendesak Negara untuk Perlindungan dan Penghormatan Pembela HAM Lingkungan di Papua

Sepanjang bulan April 2020 – akhir Juni 2020, terjadi kasus-kasus kekerasan, penangkapan, pengrusakan harta benda, pengungsian internal, intimidasi hingga ancaman pembunuhan yang dialami masyarakat adat dan Pembela HAM Lingkungan, yakni: masyarakat adat Moskona di Kabupaten Teluk Bintuni (April 2020), masyarakat adat Aifat di Kabupaten Maybrat (April – Mei 2020), Pembela HAM Lingkungan di Kampung Ikana, Kais Darat, Kabupaten Sorong Selatan (Juni 2020), dan di Kali Kao, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel (Juni 2020), Provinsi Papua. Beberapa kasus diantaranya terjadi pengulangan kekerasan terhadap korban Pembela HAM Lingkungan.

Berdasarkan laporan dan investigasi Yayasan Pusaka Bentala Rakyat, kasus tersebut berhubungan dengan sikap masyarakat adat dan Pembela HAM Lingkungan untuk menyuarakan, mempertahankan dan membela hak-hak dasar, yang terancam hilang dan dirampas untuk kepentingan korporasi dalam usaha perkebunan kelapa sawit dan pembalakan kayu.

Dalam Siaran Pers Yayasan Pusaka Bentala Rakyat meminta antara lain pihak Kepolisian RI memastikan perlindungan hukum bagi warga dan Pembela HAM Lingkungan, mengupayakan penegakan hukum secara serius dan adil atas berbagai laporan masyarakat adat dan Pembela HAM. (Selengkapnya Siaran Pers baca disini:  Mendesak Perlindungan dan Pembela HAM Lingkungan)

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

Berkomentar

Leave A Comment

Berita Terkait

Jelajahi berita lainnya:

BERITA LAINNYA