Aksi Hari Masyarakat Adat Internasional di Sorong

Home/Berita/Aksi Hari Masyarakat Adat Internasional di Sorong

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia diperingati oleh warga dan aktifis masyarakat adat di Sorong dengan melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Sorong (10/08/2020). Puluhan peserta unjuk rasa bergerak dari bundaran Tugu Merah, Aimas, dengan berjalan kaki dan menggunakan kendaraan motor, dan mobil komando, menuju Kantor Bupati Sorong, yang berjarak sekitar satu kilometer.

Disepanjang jalan, peserta aksi meneriakkan yel-yel, menyanyi, membentangkan spanduk dan membawa poster, menuntut pemerintah mengakui hak-hak masyarakat adat, sahkan RUU Perlindungan Hak Masyarakat Adat, kembalikan tanah adat, kedaulatan pangan, pencabutan izin perusahaan perkebunan kelapa sawit, dan sebagainya.

Puluhan aparat kepolisian setempat dan anggota TNI, dan pejabat Pemkab Sorong, ikut menjaga dan mengamankan aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Bupati Sorong. Secara bergantian pengunjuk rasa menyampaikan orasi mengungkapkan situasi kebijakan dan dampak proyek pembangunan terhadap masyarakat adat Moi dan perampasan tanah adat.

Dalam Surat Pernyataan disampaikan bahwa Masyarakat adat Papua dan wilayah adatnya sedang mengalami tekanan proyek pembangunan negara, dan gempuran ekspansi bisnis ekstraksi dan eksploitasi hasil hutan, tambang dan lahan, yang berlangsung dalam skala luas. Secara struktural, negara menggunakan kuasanya memproduksi kebijakan peraturan, perizinan dan syarat-syarat untuk memperlancar aktifitas pembangunan ekonomi dan bisnis, pemberian hak atas tanah dan pengamanan kegiatan berinvestasi, yang dikendalikan dan dijalankan oleh pengusaha pemilik modal, yang meraup manfaat keuntungan ganda dalam lingkaran bisnis tersebut.

Masyarakat adat  mengalami ketergusuran berlapis-lapis, tersingkir hak dan aksesnya atas sumber mata pencaharian dan sumber pangan, mengalami kekerasan, intimidasi, penyiksaan hingga pembunuhan, dan pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia), melibatkan aparatus keamanan negara dan pelaku non pemerintah.

AMAN Malamoi dan bersama organisasi masyarakat sipil, pemuda dan pelajar, menyampaikan surat pernyataan dan  meminta  kepada pemerintah, antara lain:  Kami mendesak pemerintah nasional, Komnas HAM, Bupati Kabupaten Sorong, segera melakukan audit HAM dan audit lingkungan terhadap aktifitas bisnis perusahaan dan perizinan usaha perkebunan, pembalakan kayu, pertambangan dan program pembangunan kawasan khusus, yang diduga melanggar hak masyarakat adat Moi dan mendapat penolakan warga, yang pelaksanaannya melibatkan masyarakat adat dan organisasi masyarakat adat. Selanjutnya Isi Surat Pernyataan dapat dibaca disini: Surat Pernyataan Hari Internasional Masyarakat Adat, 10 Agustus 2020)

Pimpinan AMAN Malamoi, Sem Vagi Ulimpa, menyampaikan juga permintaan masyarakat adat Moi dari Kalaben, Distrik Klaso, “Bupati Sorong harus mencabut izin perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mega Mustika Plantation, yang diberikan Bupati Sorong untuk beroperasi diatas tanah adat kami. Tuntutan ini sudah berulang kali kami sampaikan dan dijanjikan akan dicabut, karena melanggar hak-hak masyarakat dan mengancam hutan adat Suku Moi, namun belum direalisasikan hingga saat ini”, jelas Sem Ulimpa.

Perwakilan Pemda Kabupaten Sorong, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Chris Tupamahu, bertemu dengan pengunjuk rasa dan menerima surat pernyataan. “Saya baru selesai komunikasi dengan pak bupati, beliau sepakat untuk mencabut izin tersebut, maka itu saya minta bapak ibu datang hari jumat dan ijin kami berikan”, jelas Tupamahu menanggapi tuntutan pencabutan izin perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Peserta unjuk rasa menyambut baik janji Pemda Sorong untuk mencabut izin perusahaan perkebunan kelapa sawit dan akan terus memperjuangkan hak-hak masyarakat adat Papua, dan turut  bersolidaritas mendukung perjuangan masyarakat adat di  dunia.

Ank, Agst 2020

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA
    Share on