Mewujudkan Kedaulatan dan Ketahanan Pangan

Home/Berita/Mewujudkan Kedaulatan dan Ketahanan Pangan

Narasi krisis pangan dunia merupakan salah satu dalil pemerintah untuk mengembangkan program pengembangan ketahanan pangan nasional. Proyek pangan tersebut menggunakan sistem agribisnis modern, melibatkan pemodal besar, organisasi dan manajemen modern, pada sebuah kawasan dalam skala luas, didalamnya terdapat berbagai aktifitas sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan industri, yang dikelola secara terpadu, disebut food estate.

Presiden Jokowi menunjuk Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menjadi leading sector proyek food estate. Keterlibatan Kemenhan dihubungkan dengan gagasan membangun cadangan pangan strategis yang dikelola oleh badan khusus disebut Badan Cadangan Pangan Strategis, dikelola militer, yang dianggap mampu mengelola pangan dalam keadaan darurat.

Masyarakat Dayak Ngaju yang pernah mengalami dan menjadi korban dari program Pembangunan Lahan Gambut sejuta hektar di Kapuas dan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, mengkhawatirkan proses dan pelaksanaan proyek ini, serta implikasinya terhadap masyarakat dan lingkungan.

Perwakilan serikat petani dan masyarakat adat yang tergabung dalam Koalisi Mahaga Petak Danum Itah, bersama Yayasan Petak Danum, Yayasan Pusaka Bentala Rakyat dan GRAIN Internasional, mempunyai sikap dan rekomendasi atas proyek pengembangan pangan nasional tersebut. Selengkapnya dapat dibaca disini:

Kertas Posisi Food Estate – Koalisi, Agustus 2020

Ank, Okt 2020

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA
    Share on