Pengadilan Tingi Hamburg telah mulai menggelar sidang gugatan perusahaan Kenertec, perusahaan yang memproduksi turbin angin, terhadap organisasi masyarakat sipil dan lingkungan, Rettet den Regenwald (Selamatkan Hutan Hujan) asal Jerman dan Centre for International Policy (CIP) asal Amerika Serikat, pada 22 Januari 2021.

Dalam Keterangan Pers organisasi Selamatkan Hutan Hujan (29/01/2021), organisasi pelindung lingkungan, disampaikan organisasi pelindung lingkungan sama sekali tidak menuduh perusahaan ini (Kenertec) telah merusak hutan hujan, melainkan mitra kerjanya yang bernama Korindo Group. Dalam sebuah studi dari organisasi Mighty Earth Burning Paradise  dan berbagai studi serta laporan lainnya, Korindo dituduh telah merusak hutan hujan dalam skala besar dan melanggar hak-hak masyarakat adat di Papua dan Maluku Utara. Baru-baru ini BBC juga telah memberitakan hal itu.

“Dari sidang pertama saja nampak bahwa Strategi Kenertec dan Korindo tidak berhasil, mereka kira mudah menjerat pelindung lingkungan di pengadilan,“ ujar Bettina Behrend, salah satu ketua Selamatkan Hutan Hujan.

Kenertec juga telah menggugat  CIP yang ikut mendanai Mighty Earth. Tapi pengadilan telah memberi tahu pengacara Kenertec bahwa CIP tidak bisa digugat hanya alasan pendanaan itu. Bahkan apa Kenertec adalah pihak penggugat yang benar telah dipertanyakan pengadilan waktu itu.

Pengacara Prof. Dr Roger Mann yang mewakili organisasi pelindung lingkungan menyampaikan, “Pengadilan telah memberikan Kenertec petunjuk bahwa mengingat sejumlah keterangan dari video, foto, maupun foto satelit, studi dan pernyataan saksi yang diberikan oleh Selamatkan Hutan Hujan dan CIP, maka hanya sangkalan tidak membakar hutan saja tidak cukup“, jelas Roger Mann.

Pengadilan menyarankan untuk penyelesaian di luar persidangan kepada para pelindung lingkungan dan Kenertec. “Kami teliti dulu dengan seksama apa kami mau menerimanya. Yang jelas Korindo telah membuat fakta di Papua tanpa perduli manusia dan lingkungan hidup“, ujar Bettina Behrend.

Pada persidangan selanjutnya adalah penting memberi Pengadilan Hamburg gambaran yang lebih dekat lagi tentang realitas keadaan di Papua. “Kami akan memanfaatkan proses pengadilan untuk menarik perhatian publik dan lebih jelas lagi menerangkan publik tentang penghancuran hutan hujan“, ujar Marianne Klute salah satu ketua dan pakar Indonesia dari LSM Selamatkan Hutan Hujan.

Ank, Jan 2021

 

 

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Pengadilan Tingi Hamburg telah mulai menggelar sidang gugatan perusahaan Kenertec, perusahaan yang memproduksi turbin angin, terhadap organisasi masyarakat sipil dan lingkungan, Rettet den Regenwald (Selamatkan Hutan Hujan) asal Jerman dan Centre for International Policy (CIP) asal Amerika Serikat, pada 22 Januari 2021.

    Dalam Keterangan Pers organisasi Selamatkan Hutan Hujan (29/01/2021), organisasi pelindung lingkungan, disampaikan organisasi pelindung lingkungan sama sekali tidak menuduh perusahaan ini (Kenertec) telah merusak hutan hujan, melainkan mitra kerjanya yang bernama Korindo Group. Dalam sebuah studi dari organisasi Mighty Earth Burning Paradise  dan berbagai studi serta laporan lainnya, Korindo dituduh telah merusak hutan hujan dalam skala besar dan melanggar hak-hak masyarakat adat di Papua dan Maluku Utara. Baru-baru ini BBC juga telah memberitakan hal itu.

    “Dari sidang pertama saja nampak bahwa Strategi Kenertec dan Korindo tidak berhasil, mereka kira mudah menjerat pelindung lingkungan di pengadilan,“ ujar Bettina Behrend, salah satu ketua Selamatkan Hutan Hujan.

    Kenertec juga telah menggugat  CIP yang ikut mendanai Mighty Earth. Tapi pengadilan telah memberi tahu pengacara Kenertec bahwa CIP tidak bisa digugat hanya alasan pendanaan itu. Bahkan apa Kenertec adalah pihak penggugat yang benar telah dipertanyakan pengadilan waktu itu.

    Pengacara Prof. Dr Roger Mann yang mewakili organisasi pelindung lingkungan menyampaikan, “Pengadilan telah memberikan Kenertec petunjuk bahwa mengingat sejumlah keterangan dari video, foto, maupun foto satelit, studi dan pernyataan saksi yang diberikan oleh Selamatkan Hutan Hujan dan CIP, maka hanya sangkalan tidak membakar hutan saja tidak cukup“, jelas Roger Mann.

    Pengadilan menyarankan untuk penyelesaian di luar persidangan kepada para pelindung lingkungan dan Kenertec. “Kami teliti dulu dengan seksama apa kami mau menerimanya. Yang jelas Korindo telah membuat fakta di Papua tanpa perduli manusia dan lingkungan hidup“, ujar Bettina Behrend.

    Pada persidangan selanjutnya adalah penting memberi Pengadilan Hamburg gambaran yang lebih dekat lagi tentang realitas keadaan di Papua. “Kami akan memanfaatkan proses pengadilan untuk menarik perhatian publik dan lebih jelas lagi menerangkan publik tentang penghancuran hutan hujan“, ujar Marianne Klute salah satu ketua dan pakar Indonesia dari LSM Selamatkan Hutan Hujan.

    Ank, Jan 2021

     

     

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on