Pada hari Perempuan Internasional (08/03/2021), gabungan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Perempuan Bersama Rakyat (Gempur) di Malang, Jawa Timur, melakukan aksi damai. Namun aparat kepolisian Kota Malang melakukan pembubaran demonstrasi, penyerangan dan penangkapan terhadap mahasiswa Papua.

Ketika para mahasiswa melakukan aksi damai hendak menunjukkan solidaritas terhadap kawan mahasiswa Papua yang ditahan di Mapolresta Malang. Justeru aksi damai tersebut dihadapi aparat kepolisian dengan tindakan represif dan melakukan intimidasi.

Dalam video berdurasi 32 detik yang  sedang viral di media social , terekam ungkapan yang diduga Kapolres Kota Malang, Kombes Pol. Leonardus Simarmata, “jika kamu masuk batas, halal darahnya, tembak halal darahnya, tembak kamu masuk pagar ini, halal darahnya”.

Kuasa Hukum Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Michael Himan, SH, MH, dalam siaran pers mengutuk keras arogansi rasis Kapolres Malang terhadap mahasiswa Papua (10/03/2021),  “Kami menilai  instruksi tembak mati video 13 detik  diatas secara langsung telah mengusik hak atas rasa aman dan perlindungan terhadap ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu sebagaimana diatur dalam Pasal 30 UU Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia”, tegas Michael Himan.

Pernyataan Kapolres Kombes Pol. Leonardus Simarmata telah masuk dalam kategori tindakan diskriminatif ras dan etnis berupa menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang karena perbedaan ras dan etnis yang berupa perbuatan berpidato, mengungkapkan, atau melontarkan kata-kata tertentu di tempat umum atau tempat lainnya yang dapat didengar orang lain sebagaimana diatur pada Pasal 4 huruf b angka 2, UU Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Dalam Siaran Pers, Michael Himan meminta Bapak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si  segera mencopot Kapolresta Malang. Selengkapnya Siaran Pers dapat dibaca disini: Press Release – Mengutuk Keras Arogansi Rasis Kapolres Malang – Maret 2021

Ank, Maret 2021

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Pada hari Perempuan Internasional (08/03/2021), gabungan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Perempuan Bersama Rakyat (Gempur) di Malang, Jawa Timur, melakukan aksi damai. Namun aparat kepolisian Kota Malang melakukan pembubaran demonstrasi, penyerangan dan penangkapan terhadap mahasiswa Papua.

    Ketika para mahasiswa melakukan aksi damai hendak menunjukkan solidaritas terhadap kawan mahasiswa Papua yang ditahan di Mapolresta Malang. Justeru aksi damai tersebut dihadapi aparat kepolisian dengan tindakan represif dan melakukan intimidasi.

    Dalam video berdurasi 32 detik yang  sedang viral di media social , terekam ungkapan yang diduga Kapolres Kota Malang, Kombes Pol. Leonardus Simarmata, “jika kamu masuk batas, halal darahnya, tembak halal darahnya, tembak kamu masuk pagar ini, halal darahnya”.

    Kuasa Hukum Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Michael Himan, SH, MH, dalam siaran pers mengutuk keras arogansi rasis Kapolres Malang terhadap mahasiswa Papua (10/03/2021),  “Kami menilai  instruksi tembak mati video 13 detik  diatas secara langsung telah mengusik hak atas rasa aman dan perlindungan terhadap ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu sebagaimana diatur dalam Pasal 30 UU Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia”, tegas Michael Himan.

    Pernyataan Kapolres Kombes Pol. Leonardus Simarmata telah masuk dalam kategori tindakan diskriminatif ras dan etnis berupa menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang karena perbedaan ras dan etnis yang berupa perbuatan berpidato, mengungkapkan, atau melontarkan kata-kata tertentu di tempat umum atau tempat lainnya yang dapat didengar orang lain sebagaimana diatur pada Pasal 4 huruf b angka 2, UU Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

    Dalam Siaran Pers, Michael Himan meminta Bapak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si  segera mencopot Kapolresta Malang. Selengkapnya Siaran Pers dapat dibaca disini: Press Release – Mengutuk Keras Arogansi Rasis Kapolres Malang – Maret 2021

    Ank, Maret 2021

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on