Pernyataan Bersama

17 Juli 2021

Kekerasan Terus Berulang : Tindak Tegas Aparat TNI Pelaku Penembakan Kepada Yosep Komagua, di Kampung Kanami, DIstrik Asgon, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua

Tanggal 16 Juli 2021, pukul 15.40 Wita terjadi penembakan oleh aparat TNI bernama Syarifudin atau Saryfudin, yang bertugas sebagai Babinsa Pos Ramil Asgon, Koramil 1707 / Kepi kepada masyarakat sipil Papua bernama Yosep Kamogou Samogoi (26 Tahun) di Kampung Kanami, Distrik Asgon Kabupaten Mappi.

Berdasarkan keterangan narasumber yang merupakan kerabat korban, berawal pemukulan  Syarifudin kepada Anes Samogaoi (saudara korban) yang kemudian terjatuh, upaya korban untuk menolong  Anes di respon dengan tindakan penembakan menggunakan senjata api kepada korban. Terdengar 2 kali tembakan, tembakan pertama tidak mengenai korban, tembakan kedua mengena ke paha kiri korban sehingga menimbulkan luka parah. Selain sebagai anggota TNI, masyarakat mengenal Syarifudin berperan dalam bisnis kayu gaharu di daerah setempat. Kedua korban berkerja sebagai pencari gaharu.

Saat ini, korban Yosep Kamogou telah dirawat di RSUD Kabupaten Mappi. Keluarga korban berharap agar aparat penegak hukum segera bertindak menangkap dan memproses pelaku, memberikan sanksi hukum yang adil, serta korban dapat dipulihkan kesehatan dan hak-haknya.

Pendekatan kekerasan oleh aparat negara (TNI-Polri) menjadi persolaan yang terus terjadi ditanah Papua. Tahun 2020 kekerasan dialami Marius Betera, dilakukan oaparat kepolisian Boven Digoel, diduga akibat kekerasan ini korban meninggal dunia. Selang beberapa bulan kekerasan kembali terjadi kepada Oktovianus Betera yang dilakukan pasukan Satgas Pantas di Boven Digoel, korban juga meninggal dunia. Atas kedua kejadian diatas tidak ada informasi perkembangan tindakan hukum kepada para pelaku. Aparat cenderung menutupi kekerasan dengan mengintimidasi keluarga korban dengan menjaga tempat tinggal korban, menjaga klinik atau rumah sakit tempat korban di rawat atau atau mendekati keluarga untuk tidak mempublikasi kasus kekerasan.

Tindakan penggunaan kekerasan kepada Yosep Kamagou dan Anes Samogoi merupakan peristiwa pelanggaran Hak Asasi Manusia, bahkan penggunaan senjata api berpotensi besar menghilangkan nyawa korban. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku aparat TNI tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penegakkan hukum, hal ini menambah kesalahan tindakan pelaku terhadap korban Yosep Kamagou dan Anes Samogoi, terlebih bila tindakan pelaku untuk melindungi kepentingan bisnis lokal.

Indonesia telah meratifikasi Kovenan tentang Hak Sipil dan Politik (ICCPR), Konvenan Anti Penyiksaan, memiliki berbagai regulasi tentang Hak Asasi Manusia yang memberikan perlindungan kepada  kepada “setiap individu memiliki hak untuk hidup dan tidak boleh ada seorang pun yang boleh dirampas hak hidupnya, mengalami penyiksaan, atau tindakan yang sewenang-wenang oleh Negara”.

Maka atas peristiwa ini kami mengecam atas perbuatan aparat negara yang melakukan tindakan kekerasan, penyiksaan dan apapun, yang merendahkan martabat seseorang, mengancam dan menghilangkan nyawa seseorang.

Kami mendesak kepada otoritas berwenang untuk:

  1. menindak tegas pelaku sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang ada dan pelaku dibawa ke pengadilan sipil untuk diadili dan dihukum.
  2. menghentikan tindakan intimidasi kepada korban dan keluarga korban yang sedang melakukan perawatan dan menuntut keadilan, dengan tidak mengawasi atau menjaga fasilitas kesehatan dan tempat tinggal.
  3. tidak mempraktekan impunitas hukum kepada pelaku, terbuka atas proses penanganan penegakkan hukum dengan memberikan informasi perkembangan kasus kepada keluarga dan publik.
  4. menjamin tersedianya pemulihan kepada seluruh korban dan memberikan rasa aman kepada warga dilokasi kejadian.
  5. menghentikan praktek-praktek bisnis keamanan di Papua oleh aparat keamanan, yang kerap menghadirkan intimidasi dan ketakutan kepada masyarakat.

Pernyataan bersama ini didukung dan ditandatangani oleh:

  1. AMAN Malamoi
  2. AMAN Sorong Raya
  3. Amnesti International Indonesia
  4. Asia Justice and Rights
  5. Babeoser Bikar
  6. ELSAM
  7. Elsham Papua
  8. Federasi KontraS
  9. FIM (Forum Independen Mahasiswa) Papua
  10. FIMTCD (Forum Intelektual Muda Tambrauw Cinta Damai)
  11. Fraksi Rakyat Indonesia
  12. Greenpeace Indonesia
  13. GARDA (Gerakan Rakyat Demokratis) Papua
  14. KIPRa Papua
  15. KPKC Sinode GKI di Tanah Papua
  16. LBH Papua
  17. LP3BH Manokwari
  18. Make West Papua Safe Campaign
  19. PAHAM Papua (Perkumpulan Advokat HAM Papua)
  20. PapuaItuKita
  21. Paritas Institute
  22. Perkumpulan Belantara Papua
  23. Perkumpulan Panah Papua
  24. TAPOL
  25. Teraju Foundation
  26. Veronica Koman
  27. WALHI Papua
  28. Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua
  29. YLBHI
  30. Yayasan Pusaka Bentala Rakyat
  31. Yayasan Satu Keadilan

Kontak Person:

Franky Samperante

Email: [email protected]

Share on

Kategori

Subscribe

Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

    Berkomentar

    Leave A Comment

    Berita Terkait

    Jelajahi berita lainnya:

    BERITA LAINNYA

    Pernyataan Bersama

    17 Juli 2021

    Kekerasan Terus Berulang : Tindak Tegas Aparat TNI Pelaku Penembakan Kepada Yosep Komagua, di Kampung Kanami, DIstrik Asgon, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua

    Tanggal 16 Juli 2021, pukul 15.40 Wita terjadi penembakan oleh aparat TNI bernama Syarifudin atau Saryfudin, yang bertugas sebagai Babinsa Pos Ramil Asgon, Koramil 1707 / Kepi kepada masyarakat sipil Papua bernama Yosep Kamogou Samogoi (26 Tahun) di Kampung Kanami, Distrik Asgon Kabupaten Mappi.

    Berdasarkan keterangan narasumber yang merupakan kerabat korban, berawal pemukulan  Syarifudin kepada Anes Samogaoi (saudara korban) yang kemudian terjatuh, upaya korban untuk menolong  Anes di respon dengan tindakan penembakan menggunakan senjata api kepada korban. Terdengar 2 kali tembakan, tembakan pertama tidak mengenai korban, tembakan kedua mengena ke paha kiri korban sehingga menimbulkan luka parah. Selain sebagai anggota TNI, masyarakat mengenal Syarifudin berperan dalam bisnis kayu gaharu di daerah setempat. Kedua korban berkerja sebagai pencari gaharu.

    Saat ini, korban Yosep Kamogou telah dirawat di RSUD Kabupaten Mappi. Keluarga korban berharap agar aparat penegak hukum segera bertindak menangkap dan memproses pelaku, memberikan sanksi hukum yang adil, serta korban dapat dipulihkan kesehatan dan hak-haknya.

    Pendekatan kekerasan oleh aparat negara (TNI-Polri) menjadi persolaan yang terus terjadi ditanah Papua. Tahun 2020 kekerasan dialami Marius Betera, dilakukan oaparat kepolisian Boven Digoel, diduga akibat kekerasan ini korban meninggal dunia. Selang beberapa bulan kekerasan kembali terjadi kepada Oktovianus Betera yang dilakukan pasukan Satgas Pantas di Boven Digoel, korban juga meninggal dunia. Atas kedua kejadian diatas tidak ada informasi perkembangan tindakan hukum kepada para pelaku. Aparat cenderung menutupi kekerasan dengan mengintimidasi keluarga korban dengan menjaga tempat tinggal korban, menjaga klinik atau rumah sakit tempat korban di rawat atau atau mendekati keluarga untuk tidak mempublikasi kasus kekerasan.

    Tindakan penggunaan kekerasan kepada Yosep Kamagou dan Anes Samogoi merupakan peristiwa pelanggaran Hak Asasi Manusia, bahkan penggunaan senjata api berpotensi besar menghilangkan nyawa korban. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku aparat TNI tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penegakkan hukum, hal ini menambah kesalahan tindakan pelaku terhadap korban Yosep Kamagou dan Anes Samogoi, terlebih bila tindakan pelaku untuk melindungi kepentingan bisnis lokal.

    Indonesia telah meratifikasi Kovenan tentang Hak Sipil dan Politik (ICCPR), Konvenan Anti Penyiksaan, memiliki berbagai regulasi tentang Hak Asasi Manusia yang memberikan perlindungan kepada  kepada “setiap individu memiliki hak untuk hidup dan tidak boleh ada seorang pun yang boleh dirampas hak hidupnya, mengalami penyiksaan, atau tindakan yang sewenang-wenang oleh Negara”.

    Maka atas peristiwa ini kami mengecam atas perbuatan aparat negara yang melakukan tindakan kekerasan, penyiksaan dan apapun, yang merendahkan martabat seseorang, mengancam dan menghilangkan nyawa seseorang.

    Kami mendesak kepada otoritas berwenang untuk:

    1. menindak tegas pelaku sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang ada dan pelaku dibawa ke pengadilan sipil untuk diadili dan dihukum.
    2. menghentikan tindakan intimidasi kepada korban dan keluarga korban yang sedang melakukan perawatan dan menuntut keadilan, dengan tidak mengawasi atau menjaga fasilitas kesehatan dan tempat tinggal.
    3. tidak mempraktekan impunitas hukum kepada pelaku, terbuka atas proses penanganan penegakkan hukum dengan memberikan informasi perkembangan kasus kepada keluarga dan publik.
    4. menjamin tersedianya pemulihan kepada seluruh korban dan memberikan rasa aman kepada warga dilokasi kejadian.
    5. menghentikan praktek-praktek bisnis keamanan di Papua oleh aparat keamanan, yang kerap menghadirkan intimidasi dan ketakutan kepada masyarakat.

    Pernyataan bersama ini didukung dan ditandatangani oleh:

    1. AMAN Malamoi
    2. AMAN Sorong Raya
    3. Amnesti International Indonesia
    4. Asia Justice and Rights
    5. Babeoser Bikar
    6. ELSAM
    7. Elsham Papua
    8. Federasi KontraS
    9. FIM (Forum Independen Mahasiswa) Papua
    10. FIMTCD (Forum Intelektual Muda Tambrauw Cinta Damai)
    11. Fraksi Rakyat Indonesia
    12. Greenpeace Indonesia
    13. GARDA (Gerakan Rakyat Demokratis) Papua
    14. KIPRa Papua
    15. KPKC Sinode GKI di Tanah Papua
    16. LBH Papua
    17. LP3BH Manokwari
    18. Make West Papua Safe Campaign
    19. PAHAM Papua (Perkumpulan Advokat HAM Papua)
    20. PapuaItuKita
    21. Paritas Institute
    22. Perkumpulan Belantara Papua
    23. Perkumpulan Panah Papua
    24. TAPOL
    25. Teraju Foundation
    26. Veronica Koman
    27. WALHI Papua
    28. Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua
    29. YLBHI
    30. Yayasan Pusaka Bentala Rakyat
    31. Yayasan Satu Keadilan

    Kontak Person:

    Franky Samperante

    Email: [email protected]

    Share on

    Kategori

    Subscribe

    Berlangganan newsletter bulanan kami untuk menerima semua berita dan artikel terbaru langsung ke email Anda.

      Berkomentar

      Leave A Comment

      Berita Terkait

      Jelajahi berita lainnya:

      BERITA LAINNYA
      Share on